6 Musisi Indonesia Ini Albumnya Dirilis Label Luar Negeri

Jun 3, 2023

Bagi band Indonesia, mendapat apresiasi dari label rekaman di luar negeri adalah sebuah prestise. Dari masa ke masa, kita sudah menyimak banyak band yang dirilis oleh label-label rekaman di luar negeri.

Kita melihat White Shoes And The Couples Company dengan album Vakansi yang dirilis Minty Fresh (Chicago), Gugun Blues Shelter yang dirilis di Grooveyard Records (New York) sampai katalog-katalog album Mocca yang dirilis ulang di label-label Asia, seperti Beatball Records (Korea). Smallroom Records (Thailand) dan Bluevery Records (Jepang) khusus untuk album Day By Day serta beberapa rilisan mereka di Malaysia dan Hongkong.

Dan kisah ini tak terhenti sampai di sini saja. Hari ini, tidak sedikit juga band-band lokal kita yang mengambil peluang ini. Di luar banyaknya band yang karyanya dirilis di luar negeri pada hari ini, berikut Pophariini pilihkan 6 diantaranya.

 

Thee Marloes

Anak-anak soul asal Surabaya ini memulai membuka peluang ke kancah internasional ketika dikontrak oleh Big Crown Records, sebuah label asal New York. Hasilnya adalah single “Midnight Hotline” yang dicetak dan diedarkan dalam format digital dan fisik dalam vinyl 7″. Ke depannya, mereka akan mempersiapkan album yang juga dibidani oleh Big Crown.

 

Batavia Collective

Batavia Collective. / Dok: Istimewa.

Trio Batavia Collective adalah musisi Jakarta dengan gagasan musik yang unik: Memadukan jazz dengan funk, hingga elektronik. Sejak single mereka “Affirmation” keluar di 2021, mereka langsung dikontrak oleh R&S Records, label asal Inggris/Belgia yang terkenal membantu musisi seperti Aphex Twin dan James Blake. Kontrak ini berlanjut hingga EP mereka BTVC yang dirilis tahun ini.

 

ALI

Trio yang populer hari ini karena memadukan unsur keunikan musik Timur Tengah dipadukan dengan disco, funk, cinematic soul, psychedelic rock ini baru saja merilis debut albumnya, Malaka. Menariknya vinyl 12″ album ini dirilis oleh Sound Metaphors, sebuah label berbasis toko musik yang berlokasi di Berlin.

 

Ikkubaru

Karier band pop Ikkubaru memang tak bisa dipisahkan dari Jepang. Jepang selalu mewarnai perjalanan band ini. Ini terbukti dengan beberapa rekaman album dan EP yang dirilis di beberapa label asal negri Sakura ini. Yang terbaru ini mereka merilis single “Lagoon” c/w “The Four Season”  lewat label Hayabusa Landings dan Ça Va? Records.

 

Pure Wrath

Proyek black metal garapan Januaryo Hardy ini baru saja merilis album ketiganya Hymn to the Woeful Hearts di bawah naungan label asal Perancis, Debemur Morti Productions. Namun sejarah rilisan luar Pure Wrath bukan hanya hari ini saja, back in 2017, debut albumnya, Ascetic Eventide sudah dirilis secara fisik dalam format vinyl 12″ lewat label rekaman asal asal Meksiko, Throats Productions.

 

Stars and Rabbit

Meski sudah melanglang buana ke panggung internasional, namun duo Elda Suryani dan Didit Saad ini baru dilirik label internasional begitu album keempat On The Different Days dirilis dalam format fisik lewat label Big Romantic Records di Jepang dan Asia serta Trapped Animal Records untuk Inggris dan Eropa.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; redaktur pelaksana di Pophariini, penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat beberapa album.
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
love23
love23
1 year ago

ikkubaru, ku harap musikmu juga diapresiasi lebih di negara +62 ini. Terus berkarya

Eksplor konten lain Pophariini

Lalahuta Rilis Ulang Lagu Sheila On 7 Dan… untuk Proyek Album Mini Baru

Lalahuta tengah seru bernostalgia. Setelah membawakan ulang lagu Rio Febrian “Aku Bertahan”, kini mereka merilis ulang lagu Sheila On 7 “Dan…” hari Jumat (14/06).    Vokalis baru Lalahuta, Kevin Widaya mengiyakan band menghadirkan nuansa …

D’MASIV – 8

Dalam album 8, D’Masiv kembali ke warna yang sudah dikenal sebelumnya dan kali ini dengan pengaruh soft-rock dan pop-balada 80/90an yang jitu