1120

8 Rekaman Album Musisi Solo Underrated Indonesia

Bicara tentang album rekaman, kita tak sadar bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, skena musik Indonesia digempur oleh rekaman-rekaman dari musisi serta penyanyi solo. Bahkan sejak dua tahun ke belakang para penyanyi dan penulis lagu tumbuh subur bak jamur membawa ke-ekletikannya masing-masing. Ironisnya, ternyata tak semua rekaman dilirik oleh banyak orang. Selera musik masyarakat umum masih dininabobokan dengan suara-suara indah yang digenjot oleh label dan radio.

Berikut ini, secara subyektif, PHI memilihkan rekaman-rekaman underrated dari penyanyi penulis lagu yang layak buat disimak.

 

Anda – In Medio (2008)

Jauh sebelum duo Matajiwa membuat ribuan orang berdecak kagum akan ekplorasi musik yang berapi-api, Anda Perdana sudah bermain intim petikan gitar dan lagu-lagu yang ditulisnya telah menusuk jantung siapapun yang mendengarkannya.  

 

Bonita – …,Laju (2009)

Baca juga:  5 Lagu Pop Indonesia Pilihan Laze

Orang mengenal Bonita lewat kiprahnya bersama BONITA & the hus Band, namun sebenarnya pemilik suara ultra lantang ini telah duluan mencuri perhatian sejak album keduanya ini. Terlepas dari “Komidi Putar” yang masuk dalam kompilasi soundtrack Sang Pemimpi, lagu-lagu folk jazz di album ini enaknya kelewatan.

 

Bayu Risa – Rise And Start Again (2010)

Di 2010, di tengah popularitas penyanyi macam Glenn atau Tompi, muncul dari bawah tanah seorang Bayu Risa, eks anggota Pasto, membawa kemasan sedap. Sebuah album R&B/dance yang menawarkan semua keindahan lantai dansa.

 

Mian Tiara – The Comfort of My Own Company (2010)

Belum ada yang bisa menggeser keintiman yang dilahirkan “Ini Rindu”, sebuah lagu berdurasi 1 menit 56 detik ini dikemas sederhana oleh Alm. Riza Arshad. Dinyanyikan indah oleh Mian Tiara, penyanyi jazz yang selama satu dekade lebih mendedikasikan hidupnya berada di sirkuit jazz yang dicintainya. Selain “Ini Rindu”, lagu-lagu beracun lainnya ada di album ini.

 

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Pamungkas 

Lucky Annash – 180° (2011)

Tidak ada pianis yang menyanyi dan menulis musik dengan gaya seperti Lucky Annash. Perannya sebagai keyboardist The Brandals sedikit banyak berpengaruh kepada lirik-lirik kritik sosial. Maka wajar jika majalah Tempo dan Rolling Stone menobatkan ini sebagai satu dari album terbaik tahun 2011.

 

Jamie Aditya – LMNOP (2012)

Kalau ada penyanyi yang terdengar seperti berasal dari salah satu nominasi Grammy tahun kemarin, tanpa harus melebih-lebihkan, Jamie mungkin adalah satu-satunya. Saking fasihnya menguasai bahasa Inggris sampai ke tulang, musisi juga mantan VJ MTV ini ternyata rajin mengulik funk, soul dan R&B ini keluar dengan debut album yang berkelas.

 

Baca juga:  16 Pertanyaan: Neida Aleida HIVI!

Adrian Yunan – Sintas (2017)

Sebuah album yang punya kekuatan tersendiri.  Kekuatan yang timbul dari semangat orang yang bisa bertahan hidup. Penyintas sejati!

 

Bin Harlan – Operasi Kecil (2017)

Ibarat Sex Pistols di antara tumpukan album Iwan Fals, sebuah album dari seorang penyanyi dan penulis lagu yang bermain cantik di segala lini, baik lirik, lagu dan aransemen.

_

Daftar ini bukan berarti beberapa album solo lainnya tak layak dimasukkan. Ada Risa Sarasvati dengan kemasan horornya, sementara Sir Dandy mengupas sisi jenaka namun kritis. Oscar Lolang dengan suara lantangnya, sementara Vira Talisa berbisik lembut bak kapas. Belum ada Irwin Ardy, Gabriel Mayo, Aubrey Fanani, Abenk Alter dan lain sebagainya. Kini, menjadi musisi solo adalalh pilihan yang jauh dari khawatir.

 

____