Tips Menonton Konser dan Festival Musik di Usia 30+

Di tengah gempuran festival musik lokal yang akan datang, ada beberapa tips untuk teman-teman yang berusia 30 tahun ke atas (atau yang suka melabeli dirinya dengan, sudah jompo). Tentu angka yang semakin menjauh dari usia remaja bukan masalah untuk bersenang-senang, asal kita tahu tips-tipsnya.
Kenali areanya. entah outdoor, indoor, area tanah, atau bidang rata. Ini akan berpengaruh ke kostum saat menonton dan juga beberapa persiapan lainnya seperti di bawah ini.
Ini berlaku untuk sepatu trendy seperti boots inisial “D.M”, sneakers”V” dan lainnya. Bagi 30+ tentu kaki kita sudah tidak semuda itu lagi, sehingga bisa mengindahkan kenyamanan demi agar telihat gaya. Apa gunanya tampil keren kalau pada akhirnya kita berjalan di venue dengan kaki rada pincang sambil meringis?
Terutama dalam festival musik, dalam stamina di kepala 30+ ini lupakan upaya bisa mengejar untuk menonton semua penampil dengan berusaha total mengejar mereka ke panggung sana dan panggung sini. Batasi penampil incaran yang mau ditonton, setelahnya beri jeda di antaranya untuk beristirahat, sebelum menonton yang lain.
Bicara istirahat, bagi 30+ daya tahan pinggang, punggung dan kaki itu sudah berkurang sedikit. Maka berdiri lama-lama selain membuat pegal dengkul dan kaki, pinggang dan punggung yang menopang bagian atas badan kita juga terdampak. Maka dari itu pilihlah spot nyaman untuk beristirahat menyenderkan badan dan meluruskan kaki.
Ini vital. Metabolisme 30+ itu sudah berbeda. Jangan sampai dehidrasi. Tapi perlu diingat semakin banyak minum air, kemungkinan untuk buang air kecil akan lebih sering. Jadi perhatikan juga posisi toilet-toilet
Sudah rahasia umum bila penampil utama biasa dipasang sebagai pamungkas di ujung acara. Maka itu sadar diri dan bersabar, terlebih jika tubuh sudah letih, dan besok harus bekerja pagi hari. Kecuali paham akan konsikuensinya, maka itu terserah kamu.
_____

Eksplor konten lain Pophariini
- #hidupdarimusik
- Advertorial
- AllAheadTheMusic
- Baca Juga
- Bising Kota
- Esai Bising Kota
- Essay
- Feature
- Good Live
- IDGAF 2022
- Interview
- Irama Kotak Suara
- KaleidosPOP 2021
- KALEIDOSPOP 2022
- KALEIDOSPOP 2023
- KALEIDOSPOP 2024
- Kolom Kampus
- Kritik Musik Pophariini
- MUSIK POP
- Musisi Menulis
- New Music
- News
- Papparappop
- PHI Eksklusif
- PHI Spesial
- PHI TIPS
- POP LIFE
- Review
- Sehidup Semusik
- Special
- Special Video
- Uncategorized
- Videos
- Virus Corona
- Webinar
Solois Bernama Penjuru Gambarkan Cinta dalam Mimpi di Single Semalam
Hampir setahun setelah peluncuran single “Hantu”, solois asal Jakarta Timur, Penjuru kembali merilis karya teranyar dalam format single bertajuk “Semalam” hari Jumat (21/03). Dalam lagu ini Penjuru menggambarkan kisah cinta yang hanya bisa terwujud …
Burn Goblin dari Bojonegoro Rilis Single Perdana My Heart Beats Wild And Strong
Band metalcore asal Bojonegoro yang terbentuk tahun 2025 dan menamakan diri mereka Burn Goblin resmi menandai kemunculan lewat single “My Heart Beats Wild And Strong” hari Jumat (21/03). Band yang para personelnya …