Album Cetak Ulang, Kegelisahan yang Hakiki

3193

Saya suka ngiri dengan majalah-majalah musik di luar negri yang selalu meriah dengan berbagai macam artikel dan berita.

Yang paling saya suka dari membaca majalah musik luar justru adalah bagian ulasan rekaman-rekaman klasik yang diterbitkan atau dirilis ulang di kolom reissue. Dari nama-nama yang udah tak asing lagi seperti Beatles (tiap tahun sepertinya gak pernah mati dirilis terus), The Stones, Led Zep sampai nama-nama underated di punk rock atau jazz dan rock psikedelik semua ada. Dan kalau tidak karena laku dan dicari orang, pastinya perusahaan-perusahaan rekaman bakal mikir dua kali untuk menerbitkan ulang rekaman kemudian membeli slot halaman di majalah musik.

Masih soal ngiri, lagi-lagi saya ngiri dengan label rekaman luar yang giat mengobrak-abrik peti harta karun musik Indonesia. Dengan teknologi cetak plat yang mereka punya, mereka menguasai hampir sekian besar sari-sari pop dan rock klasik Indonesia.

Belakangan ini saja, saya menemukan informasi tentang vinil Fariz RM yang segera dirilis label imprint dari Italia, Hitam Manis pada 20 April tahun ini. Vinil ini berisi potongan-potongan terbaik Fariz dari berbagai album. Sebut saja “Selangkah Ke Seberang”, “Kurnia dan Pesona”, “Mega Bhuana”, “Cermin Noda”, “Semusim”. Sudah pasti, Indonesia adalah pasar yang mungkin akan paling banyak memesan plat ini untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih mahal. Bos labelnya sih kipas-kipas dollar saja.

Fariz RM – Early Tapes 1977-1982, Hitam Manis (2018)