Album yang Mengubah Hidup: Ari Lesmana ‘Fourtwnty’

Apr 17, 2021

Ari Lesmana bersama bandnya, Fourtwnty, ikut memeriahkan I Don’t Give A Fest hari terakhir, Sabtu (10/04) melalui website Pophariini. Ia membawakan materi terbarunya, “Kursi Goyang” yang dirilis akhir Februari 2021 lalu.

Selain manggung bersama Fourtwnty, Ari Lesmana akhir-akhir ini terlihat aktif mengisi kanal YouTube- nya sendiri, Ari Lesmana. Ia terakhir meluncurkan video live membawakan lagu “Kenangan Manis” langsung bersama Pamungkas, dan yang terbaru, lagu “Selalu” bersama David Bayu.

Kanal YouTube Ari Lesmana tersebut perdana muncul pada 1 September 2020 lalu. Ia mengatakan, sebenarnya rencana membuat konten di YouTube sudah dari dua tahun yang lalu. Ari sempat merasa bukan tipe narsis di depan kamera.

“Akhirnya tahun lalu, mungkin karena pandemi juga ya. Jadi kayak punya banyak waktu. Trus, ada konsep yang ‘wah gimana nih kalau kita nyamperin si musisinya. Kita cover trus juga apa ya’. Sekalian belajar gitu gimana sih caranya meng- cover lagu yang benar. Secara legalnya seperti apa. Makanya, ya sudah tahun lalu kita bikin YouTube channel,” kata Ari.

Konsep live di YouTube- nya, Ari membawakan lagu-lagu sesuai apa yang ia dengarkan dan apa yang ia sukai. “Lagu yang selalu aku dengerin di tongkrongan. Mungkin lagu yang sering aku dengerin dulu zaman-zaman aku kuliah, pas SMA gitu. Jadi kayak banyak lah musisi-musisi yang dari dulu aku pengin bareng gitu nyanyi. Ya sudah, konsepnya kayak gitu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ari Lesmana pernah berkolaborasi dengan Ananda Badudu membawakan “Sampai Jadi Debu”. Ia sempat tampil solo membawakan lagu Glenn Fredly “Sedih Tak Berujung”. Dalam menentukan kolaborator untuk kanal YouTube- nya, ia mengikuti hari nurani saja.

Ari berharap album ketiga Fourtwnty pun bisa dirilis tahun ini. Tidak ada perubahan yang signifikan dari penulisan lirik, cerita dari tongkrongan dan seputar isu sosial namun tetap membungkusnya dengan cara Fourtwnty.

Soal aransemen musik, Ari mengungkapkan pengin balik seperti album pertama. Dimaksud lebih bebas tidak memikirikan apakah bakal diterima atau tidak oleh siapapun.

Semoga album Fourtwnty lekas rampung, dan sebelum itu, mari simak dulu album yang mengubah hidup Ari berikut ini:


 

Sore – Ports of Lima

Sampul album Ports of Lima dari Sore.

Ari Lesmana pertama kali mendengarkan Ports of Lima saat ia hijrah dari Pekanbaru ke Jakarta. Album tersebut dianggap paling berkesan karena Sore di album ini masih bersama Mondo Gascaro. Ia juga tumbuh dan berkembang dari musik di album ini.

Ia kembali mengingat, saat mendengarkan album dari perangkat lunak freeware, Winamp. “Zaman dulu tuh masih apa ya. Masih mp3. Kita nge- download secara ilegal. Taruh lagunya di Winamp. Dengerinnya by Winamp,” kata Ari.

Perkuliahan adalah masa ia mengenal Sore, “Zaman kuliah, 2005-2007 dari temanku anak Trisakti apa Moestopo gitu, ‘Nih ada band namanya Sore’. Pas aku dengerin kok cocok ya. Ya sudah dari situ.”

“Karena waktu itu sudah di Jakarta, trus aku baru tau ada musik secanggih itu dan setulus itu. Sampai hari ini tuh kayak pengin banget punya musik kayak gitu. Kalau dikasih kesempatan pengin banget bisa berkolaborasi sama formasi dia yang lama ya karena kalau kata Andra & The Backbone ‘Sempurna’. Dan sampai hari ini satu album itu masih didengarkan.”

Hal yang paling berkesan dari album ini menurut Ari bahwa Sore berani membuat musik yang berbeda.

“Ya, memberanikan diri untuk membuat musik yang tidak mainstream bahasanya kali ya. Menggunakan sound yang ngawang-ngawang, planet-planet. Bahasanya juga ih bagus sekali, tidak selalu, tidak harus ngomongin cinta-cintaan gitu kayak industri pada zaman itu.”

 

Lagu Favorit: Setengah Lima

“Menemani saya ketika berpetualangan ke luar angkasa pada saat itu. Liriknya bagus, musiknya bagus. Paket komplit sih. Perfect menurutku.”


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Nadin Amizah Tayangkan Ulang Konser Tunggalnya

Selang setahun, Nadin Amizah memutuskan untuk menayangkan ulang konser tunggalnya yang sudah bisa disimak melalui kanal YouTubenya.

Setelah Kaset, Rub of Rub Lempar EP Kedua dalam Format Digital

Juga disampaikan oleh Rub of Rub, bagaimana dalam Fluktuasi ini mereka mencoba untuk melakukan ragam eksperimen di dalamnya.