1291

Album yang Mengubah Hidup: Jimi Multhazam

Jimi Multhazam

Di masa pandemi Corona, ada banyak musisi yang sibuk melakukan kegiatannya masing-masing untuk mengisi waktu mereka. Jimi Multhazam pun tak mau ketinggalan.

Frontman The Upstairs dan Morfem ini mengisi waktu dengan beberapa rutinitas. Selain melakukan siaran Live di Instagram, ia juga asyik berkegiatan dengan anak laki-lakinya, sekadar bermain gitar lalu diunggahnya ke feed akun pribadi Instagram- nya.

Terkadang ia terlihat asyik bersepeda. “Sekadar berkeliling” katanya.

Bicara soal album yang mengubah hidup, rasa-rasanya kami belum pernah mengetahui apa sebetulnya album yang berhasil mengubah hidupnya sampai menjadi seperti sekarang ini.

Sekilas kami akan menduga bahwa musisi seperti Bowie atau para garda depan new wave lah yang telah membentuk hidupnya. Namun ternyata ketika menyangkut soal album yang mengubah hidup, anggapan kami salah besar.

Lantas, apa album yang berhasil mengubah hidupnya? Simak pengakuannya di bawah ini.

Baca juga:  30 Tahun Album Semut Hitam: 5 Lagu Pilihan Dari Album Terlaris God Bless

 

Jimi Multhazam
Album Iwan Fals yang berhasil mengubah hidup Jimi Multhazam

 

Album Belum Ada Judul ini kali pertama didengarkan Jimi saat masih duduk di bangku SMA. Ada alasan kuat mengapa ia memilih album ini: Kepiawaian Iwan Fals bermain gitar akustik dan soal penciptaan liriknya.

“Iwan Fals kalau main gitar simpel tapi keren. Permainan harmonikanya juga bukan permainan harmonika yang spesial. Tapi bikin lagu jadi enak. Liriknya ya terutama,” ungkapnya.

Ia juga merasa ketika mendengar lirik-lirik Iwan Fals di album ini, ada semacam visual dari film yang dirasakannya.

“Gue merasakan kalau zaman sekarang itu, lirik Iwan Fals yang Belum Ada Judul ini seperti film yang keras. Gue selalu mendengarkan lagu itu menjadi visual di kepala gue. Ibarat film, Slumdog Millionaire atau film City of God. Kayak dua film itu, keras. Sekeras kehidupan. Lagu ini tentang cinta, ya cinta jalanan, tentang persahabatan, persahabatan di gang kecil dan kumuh. Orang yang terpojok, tersudut,” akunya.

Baca juga:  Aksi Duo Dalam Musik Indonesia

Jimi terkagum-kagum dengan album ini. Di usianya saat itu, ia baru pertama kali mendengarkan lagu-lagu yang hanya dimainkan hanya dengan gitar akustik. Namun memiliki lirik yang tajam.

“Iwan Fals memang terbiasa dengan lirik-lirik seperti ini. Tapi ini beda dengan rilisan-rilisan dia sebelumnya. Gue merasa wah bahasa Indonesia dengan empati yang sebesar ini, dampaknya ke orang yang dengar luar biasa yah. Itu yang bikin mengubah hidup gue,” ungkapnya.

Dan ya, saat ditanya lagu mana paling favorit, Jimi tak menjelaskan hanya satu lagu. Namun yang terbaik menurutnya berjudul sama dengan album yaitu “Belum Ada Judul”. Ia dulu biasa mendengarkan album ini dari alat pemutar kaset.

Baca juga:  Irama Kotak Suara Pop Hari Ini #05

“Dibuka dengan ‘pernah kita sama-sama susah, terperangkap di dingin malam, terjerumus dalam lubang jalanan, digilas kaki sang waktu yang sombong’. Intro-nya saja udah wow gagah. Gue bersama teman-teman gue, Wah goks ya rasanya gitu ya. Ini tentang persahabatan. Ada teman yang meninggalkan dia, trus balik temannya masih terpuruk. Ditampar temannya akhirnya membangkitkan temannya,” kata Jimi.

“Jadi untuk bangkit kembali. Di sini gue merasa kenapa, yang tergambar di kepala gue tentang lagu ini jadi kayak suasana pasar kala malam. Gang-gang sempit, ada rumah. Sewaktu hujan gerimis, dan semua agak becek. Seperti itu yang ada di kepala gue. Pertemanan orang yang rumahnya berdekatan. Ya seperti itu lah. Gue pernah punya teman di daerah seperti itu. Yang akhirnya menjadi bayangan gue, memvisualkan lagu ini seperti itu,”tambahnya.