Angkat Sekali Lagi Gelasmu Kawan: 24 Tahun Perjalanan Shaggydog

Jan 4, 2022

Tepat di penghujung tahun lalu (29/12), Shaggydog akhirnya resmi menghadirkan Shaggydog – Angkat Sekali Lagi Gelasmu Kawan, sebuah buku biografi yang merangkum 24 tahun perjalanan mereka.

Sebenarnya, berita akan hadirnya buku biografi tersebut sudah hadir di bulan Juni lalu, berbarengan dengan perayaan ulang tahun Shaggydog, berbarengan dengan rilisnya video musik “Di Sayidan” dalam versi keroncongnya.

Ditulis oleh Ardhana Pragota (eks-Kumparan), buku biografi ini dibagi menjadi empat bab, yakni Rude Boy, Boom Ska, Bersinar dan Masih Bersama. Keempat bab tersebut membawa ceritanya masing-masing dengan point of view masing personel, mulai dari pertemuan semasa bangku sekolah, pindahnya sang vokalis, Heruwa dari Bali ke Yogyakarta, era keemasan Ska hingga deret cerita lainnya.

Cerita-cerita yang dihadirkan pun juga dilengkapi dengan beberapa foto behind the scene hasil kurasi Angki Purbandono dan Agan Harahap yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, juga dengan analisa data musik Shaggydog menggunakan teknologi data science yang dikerjakan oleh Tyas Nuur Kholis, seorang ilmuwan data.

Untuk melengkapi rangkaiannya, rencananya Shaggydog akan mengadakan sebuah konser launching dan radio tour yang sedang dalam proses penggarapan.

Dengan tebal 150 halaman, Shaggydog – Angkat Sekali Lagi Gelasmu Kawan sudah bisa didapatkan melalui market place Doggy Shop Jogja, dibanderol seharga Rp. 100.000.

Selama tahun 2021 lalu, ragam kisah konsisten dihadirkan oleh mereka dalam perjalanannya. Mulai dari ‘rombak ulang’ nomor “Di Sayidan” dalam dua versi sekaligus dan video musiknya, sebuah kolaborasi yang melibatkan Orkes Keroncong Puspa Jelita & Ndarboy Genk, hingga masuk nominasi AMI Awards 2021 dalam kategori Artis Keroncong/Langgam/Ekstra/Kontemporer Terbaik.

Tayangan ulang dari konser virtual #23Load dan beberapa konten video lainnya juga sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube mereka.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

25 Tahun Pandawa Lima: Puncak Abadi Para Dewa

Pandawa Lima, album studio keempat Dewa 19 ini bahkan mengalahkan album Bintang Lima yang jauh lebih mengkilap angka penjualannya

Pergumulan Tanayu di Materi Terbaru

Sebenarnya, Tanayu sudah mulai menggarap lagu ini sejak tahun 2019 lalu. Namun, lagi-lagi situasi pandemi menjadi penghalang untuk melanjutkan prosesnya.