58

Bakat Alami Carmeitta

sampul single Daydreaming oleh carmeitta / foto: Carmeitta

Carmeitta adalah contoh nyata bahwa semua orang memang punya bakat alami untuk bernyanyi, semua orang bahkan nongkrong kamu yang belum pernah bersentuhan dengan industri musik sekalipun.

Penyanyi yang punya nama lengkap Maria Carmeitta ini adalah seorang sarjana seni yang memiliki passion dalam bindang musik dan fotografi. Di instagramnya, karya-karya fotografinya yang indah ini bisa diintip di @bycarmeitta dimana ia banyak sekali mengabadikan obyek yang sebagian besar adalah model.

Tidak sampai ketika ia bertemu dengan Kevin yang adalah drummer dari Cocoblue, sebuah band yang bersinar berkat ajang pencarian bakat. Adalah Kevin yang kemudian mendorong sang fotografer cantik ini untuk memperdengarkan debut karyanya bertajuk “Daydreaming” ini ke khalayak banyak.

Baca juga:  Bengawan Solo Orkestra ala Ricky Lionardi dan Tompi

“Saya benar-benar bersyukur bisa bertemu teman-teman yang memiliki selera musik yang sama dan memercayai saya menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Merupakan pengalaman yang luar biasa untuk terlibat dalam bagian “memasak” dari lagu dan berbagi ide tentang malam-malam tanpa tidur itu. Terima kasih @krusrusli @ yosuagian karena telah mendorong saya, dan mewujudkannya,” ujar Carmeitta atas pengalaman ini lewat akun instagramnya.

Daydreaming banyak mengandung muatan nu-soul/R&B 90-an yang khas. Hal ini terlihat dari tarikan Carmeitta yang memang mencerminkan suasana tersebut. Kami tak tahu dengan anda tapi kami sangat termanjakan oleh hook dan kekuatan melodi-melodi yang ada di lagu ini.

Meskipun “Daydreaming” sudah dirilis di platform streaming digital sejak sejak 22 Februari 2019 lalu, namun masih belum terlamat bagi kami memunculkannya sekarang kepada kalian semua.

Baca juga:  Ketika Reaksi Bicara Kepalsuan

_____

Comments
Previous articleAlbum yang Mengubah Hidup: Kurosuke
Next articleResensi: Pijar – Antologi Rasa
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.