Bantu Irama Nusantara Demi Pengarsipan Musik Indonesia

284
Logo Irama Nusantara / dok. Irama Nusantara

Irama Nusantara membuat kampanye ‘Bantu Irama Nusantara Mengarsipkan Musik Indonesia’ pada 6 Februari 2020 melalui Kitabisa.com. Organisasi non profit ini memiliki target sebesar Rp 300 juta demi melanjutkan perjuangan dalam pendataan, pengarsipan, dan pendokumentasiaan musik populer Indonesia.

Salah satu pendiri Irama Nusantara, Alvin Yunata mengatakan uang yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk biaya operasional. Irama Nusantara tak hanya membutuhkan peralatan namun juga kekurangan sumber daya manusia yang bisa melakukan pemindahan, unggah, dan pengeditan antara lain perancang grafis untuk cover yang rusak.

“Terutama sumber daya manusia. Alat sih juga butuh karena alat dari piringan hitam. Amplifier yang dipakai, soundcard, lalu komputernya sendiri, turntable- nya, trus scanner- nya. Kayak gitu. Kita cuma punya 1-2 station. Jadi, pergerakan kita lambat banget,” kata Alvin kepada Pop Hari Ini.

Alvin Yunata (kanan) / dok. Yayasan Irama Nusantara

Di era serba layanan digital streaming ini, Irama Nusantara berusaha memenuhi kebutuhan pendengar musik. Ada segudang artis dan lagu yang bisa didengarkan gratis melalui website iramanusantara.org. Bahkan, Irama Nusantara siap memberikan materi bagi musisi hip hop.

“Misalnya nih, DJ-DJ hip hop yang sering bikin lagu. Dia sampling dari lagu-lagu lama. Kan itu kebiasaan hip hop kan. Hip hop punya culture copy paste dari lagu-lagu lama. Itu yang terjadi di luar negeri. Dan dia juga bisa melakukan hal ini dengan di library kita. Bisa dengerin, mau sampling intro lagu Koes Plus, misalnya,” jelas Alvin.

Tampilan situs Irama Nusantara

Perjalanan Irama Nusantara masih panjang. Menurut Alvin, informasi lagu-lagu klasik indonesia yang tersosialisasi ke masyarakat itu mungkin hanya 10 persen, 90 persennya terkubur di dalam.

“Dulu itu radio cuma RRI. Sedangkan, rilisan itu banyak. Jadi banyak yang bikin album, ya udah. Orang Indonesia itu belum tau apa-apa sebenarnya tentang lagu Indonesia,” ungkap Alvin.

Alvin menilai pendengar musik saat ini mengenal sebatas Koes Plus, Bimbo, dan lainnya hanya lagu atau album tertentu saja, “Gue nge- treat Irama Nusantara ke orang-orang ‘ini bukan lagu nostalgia, ini tuh lagu baru dari masa lalu’.”

Tahun ini Irama Nusantara memiliki target bisa mengarsipkan 1.800 rilisan atau 18.000 lagu. Luangkan waktu sejenak memberi dukungan terhadap musik Indonesia via halaman ini atau klik gambar di bawah ini

Halaman https://kitabisa.com/campaign/bantuiramanusantara

 

____