Apa Itu Budaya Pop?

Jan 17, 2017

Jauh lebih sulit untuk menjelaskan apa itu budaya pop itu ketimbang menjalaninya. Karena budaya pop adalah budaya yang telah kita jalani sehari-hari. Dari musik yang kita dengarkan, acara tivi yang kita tonton, makanan dan minuman yang kita konsumsi, pakaian yang kita pakai, hingga cara berbicara kita. Semua itu adalah bagian dari budaya pop.

harrissyn-pophariini-image-04878

harrissyn-pophariini-image-2110

Pop berasal dari kata populer yang dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah: dikenal dan disukai orang banyak. Contoh sederhana populer dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang yang memiliki teman banyak dan disukai teman-temannya. Grup musik atau penyanyi seperti Coldplay, Justin Bieber, hingga Raisa dan Sheila on 7 adalah contoh ikon populer dalam dunia hiburan di dalam maupun luar negeri. Dalam kehidupan sehari-hari mie instan, minuman bersoda dan segala makanan siap saji yang ada di dalam mal adalah bagian dari budaya pop. Jangan lupakan juga mal sebagai pusat tempat terjadinya pertukaran budaya pop melalui gerai-gerai toko beserta iklan yang mereka tampilkan.

harrissyn-pophariini-image-1 (1)

Secara teori budaya populer adalah budaya yang paling banyak dinikmati masyarakat saat ini. Apapun yang disukai dan diminati orang banyak itulah budaya pop. Budaya populer ini memang memikat, karena konsepnya ringan, menarik dan menyenangkan. Membuat semua orang berduyun-duyun ingin menjadi bagian darinya. Dan pada budaya populer ini peran media massa sangat besar. Karena melalui merekalah berbagai budaya seperti musik, film, makanan, hobi dan masih banyak lagi bisa sampai dan dinikmati oleh kita semua.

harrissyn-pophariini-image-0600

Dalam sejarahnya puluhan tahun yang lalu budaya populer ini awalnya sempat mengundang kritik karena sifatnya yang terlalu mudah dan instan, murahan dan cenderung tidak berkualitas namun punya kekuatan masif dalam mempengaruhi masyarakat sehingga terbentuk tren. Ada juga kelemahan budaya populer ini. Karena umumnya dibuat secara massal biasanya hal-hal dalam budaya pop cendurung tidak memiliki kualitas dan cenderung seragam. Sehingga akan mudah tergantikan oleh hal-hal baru yang terus bermunculan. Karena itu banyak yang yang memilih untuk tidak mengikuti budaya populer. Kemudian muncul budaya tandingan sebagai reaksi dari kebudayaan pop ini yang kemudian dinamakan subkultur. Yaitu respon terhadap kebudayaan utama yang dominan. Sebagai contoh di dunia pop ada berbagai subkultur yang kita kenal. Seperti cosplay (costum play), olahraga skateboard dan musik independen. Mereka sama-sama muncul sebagai pilihan lain dari yang sudah ada.

harrissyn-pophariini-image-9788

Kembali lagi ke kehidupan kita sehari hari. Kini dengan gawai dan ponsel pintar, budaya pop telah melebur dalam kehidupan kita bagaikan udara yang kita hirup dan darah yang mengalir dalam tubuh kita. Melalui gawai, ponsel pintar dan internet, budaya pop dapat kita akses lebih cepat. Tidak perlu pergi ke mal, membaca majalah atau menyalakan televisi untuk tahu tren terbaru dunia pop. Berita dari seisi dunia bisa hadir di genggaman tangan kita setiap detik, setiap jam, setiap hari dalam seminggu.

harrissyn-pophariini-image-9846

Sekarang pilihannya adalah ikut menjadi bagian dari budaya pop sebagai penikmat atau pelaku? Jika kamu memilih sebagai pelaku dan memutuskan untuk mencipta, apakah akan ikut arus atau mencoba menyiptakan arus sendiri?

Teks oleh Anto Arief
https://antoarief.wordpress.com/

 

Penulis
Anto Arief
Suka membaca tentang musik, subkultur anak muda dan gemar menonton film. Pernah bermain gitar untuk Tulus nyaris sewindu, lalu bernyanyi dan bermain gitar untuk 70sOC.

Eksplor konten lain Pophariini

Pergumulan Tanayu di Materi Terbaru

Sebenarnya, Tanayu sudah mulai menggarap lagu ini sejak tahun 2019 lalu. Namun, lagi-lagi situasi pandemi menjadi penghalang untuk melanjutkan prosesnya.

Lanjutkan Euforia, WSATCC Rilis Film 2020

Bekerja sama dengan Plaingsong Live, di awal tahun ini album 2020 dihadirkan oleh WSATCC dalam sebuah format film berdurasi 42 menit.