Duka Akhir Kemarau: Persembahan Terbaru Indische Party

Jul 21, 2021

Hampir dua tahun setelah hadirnya “Tell Me What To Do”, kini Indische Party kembali mempersembahkan materi terbarunya, “Duka Akhir Kemarau”.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Indische Party (@indischeparty)

Meskipun dirilis di tahun ini, namun sebenarnya materi ini tidak terbilang baru. Bagaimana “Duka Akhir Kemarau” sejatinya sudah diciptakan oleh sang drummer, Tika Pramesti di tahun 2018 lalu. Setahun berselang, barulah mereka menggarap liriknya.

Ada kisah duka yang mengiringi perjalanan Indische Party dalam penggarapan liriknya. Di tahun 2019, tiga hari sebelum pernikahan antara Tika dengan sang vokalis, Japs Shadiq, Ibunda dari Tika wafat.

Berselang beberapa waktu setelah pernikahan, Japs mulai menulis lirik untuk “Duka Akhir Kemarau”, yang dipersembahkan untuk mewakili kerisauan Tika dalam menghadapi rasa kehilangan atas sang Ibu.

Single ini juga dimaksudkan oleh Indische Pary sebagai sebuah tribute ataupun soundtrack untuk semua yang pernah mengalami kehilangan selama masa pandemi ini.

Indische Party. / Foto oleh John Navid.

Selain dengan keseluruhan instrumen yang dibawakan langsung oleh para personel, mereka juga turut dibantu oleh Ricky Virgana (White Shoes & The Couples Company) untuk mengisi Cello yang juga diaransemen oleh Tanya Ditaputri (FLEUR!). Sementara untuk perekaman, dilakukan di Studio Teras Belakang yang juga dibantu oleh Pandu Fuzztoni dan Gigih Suryoprayogo (The Adams).

Kabarnya, sembari mempersiapkan album ketiga mereka, masih akan ada rangkaian terbaru dari Indische Party dalam waktu dekat ini Juga menjadi penanda terbaru dari perjalanan bermusik mereka dengan hadirnya Warman Nasution sebagai personel terbaru mereka yang mengisi posisi gitar, piano, dan berbagai instrumen lainnya.

“Duka Akhir Kemarau” sudah tersedia di layanan streaming musik.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."

Eksplor konten lain Pophariini

Contemporary Art Tetap Sendu di EP Debut

Terinsipirasi dari band seperti Title Fight, Nothing hingga Heals, Contemporary Art menyuguhkan pakem shoegaze dan emo yang dilebur dengan ciri tersendiri.

Menakar Kekuatan Lagu “Jelek” Untuk Bisa Viral

Fenomena lagu viral tampak tidak mempunyai formula yang baku. Kadang menimbulkan pertanyaan pada diri kita: kok viral ya? Sebelah mana bagusnya?