Eksplorasi Bleach di Single Teranyarnya, “Treat The Disease”

Sep 14, 2021

Melanjutkan EP debut mereka di penghujung tahun lalu, Self-titled, unit hardcore anyar asal Bandung, Bleach kembali meneruskan perjalanannya. Hari Jumat (10/09) lalu, Bleach resmi menghadirkan single teranyarnya yang bertajuk “Treat The Disease”.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BLEACH (@bleachtodeath)

Setelah menyampaikan cerita-cerita personal dalam tiga nomor di EP debutnya, kali ini sang kwintet membawa cerita permasalahan seputar kehidupan sosial modern yang masih saja terjadi, mulai dari rasisme hingga seksisme. ‘Muak’, adalah kata yang mereka pakai untuk menggambarkan keseluruhan cerita dari “Treat The Disease”.

“Kami menyuarakan kebencian kepada rasisme, seksisme dan pelecehan kepada orang lain lewat lagu ini. Melihat bagaimana orang-orang dengan entengnya mengejek atau saling membunuh karena perbedaan dan omong kosong yang membuat mereka merasa paling kuat di dunia ini. Tentu kami tidak bisa setuju dengan itu, kami menolaknya. Kami ingin dunia yang damai. Maka dari itu, lahirlah lagu ini”, tutur Bleach melalui rilisan persnya.

Jika tiga nomor dari EP Self-titled dimaksudkan sebagai penanda awal perjalanan, maka “Treat The Disease” bisa dibilang sebagai sebuah langkah lanjutan yang penuh dengan kejutan eksplorasi bermusik. Masih dalam koridor utama hardcore yang dipadukan dengan nuansa dari grunge, heavy metal hingga hip-hop yang hadir bergantian di beberapa bagian single ini.

Baru-baru ini, selain dengan sebuah single anyar, Bleach juga mengumumkan bahwa mereka akan merilis kembali EP Self-titled dalam format cakram padat, menyusul format kaset pita yang sudah hadir terlebih dahulu. Mereka dibantu oleh label rekaman Samstrong Records dalam penggarapannya.

“Treat The Disease”, single teranyar dari Bleach sudah bisa didengarkan di berbagai platform.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Selesai Vakum, Audrey Tapiheru Bocorkan Tanggal Rilis EP Debutnya

Audrey Tapiheru merasa bahwa EP debut ini adalah sebuah ‘hutang’ kepada para pendengarnya yang telah setia menunggunya selama vakum.