Fiersa Besari Menutup Panggung Berjalan Mundur dengan Istimewa

Nov 6, 2023

Sukses menghibur penggemar di Kuala Lumpur dan Jakarta, akhirnya Fiersa Besari menutup rangkaian pertunjukan tunggal Berjalan Mundur hari Sabtu (04/11) di Cornerstone Auditorium, Bandung.

Sesuai judulnya, selama dua jam lebih sang solois mengajak penonton untuk berjalan mundur, kembali mengingat ragam karya yang sudah ia lahirkan bersama deretan memori, serta beberapa cerita yang belum pernah disampaikan sebelumnya.

Tidak hanya ragam cerita, sama seperti kota-kota sebelumnya Fiersa kembali melibatkan kolaborator untuk ambil bagian di beberapa lagunya. Di Bandung, kolaboratornya adalah Prinsa Mandagie untuk lagu “Melawan Hati”, For Revenge “Ada Selamanya”, Thantri Sundari “Waktu yang Salah”, dan Nabila Taqqiyah “Runtuh”.

Prinsa Mandagie sebagai kolaborator di “Melawan Hati” / Dok. Raka Dewangkara

Pertunjukan dibuka dengan video yang bertuliskan “Kita enggak benar-benar sembuh, cuma makin hebat menutupi rasa sakit” tepat pukul 19.30 WIB, yang dilanjut oleh lagu “Garis Terdepan” bersama riuh penonton.

“Halo, apa kabar nih? Seperti biasa, ini konser bakal rada lama ya, dua jam lebih. Untuk kamu yang wibu, malam ini AOT (Attack on Titan – RED) juga final ya [tertawa],” sambut Fiersa usai bernyanyi.

Berlanjut ke lagu “Melangkah Tanpamu”, Fiersa mengungkapkan lagu ini punya peranan penting di perjalanan kariernya.

“Lagu ini yang membentuk saya waktu itu, menjadi Fiersa yang berani untuk menulis lagu sendiri, terus berani untuk bikin lagu-lagu bertema cinta tanpa ada kata-kata cinta di dalamnya,” tutur Fiersa.

Fiersa konsisten bercerita di setiap pergantian lagu, mulai dari lamanya proses pengerjaan “Pelukku Untuk Pelikmu”, yang pertama kali viral dan mendapat respons positif dari lagu “Waktu Yang Salah”, hingga seloroh-selorohnya bersama para kolaborator.

Cenderung dragging bagi yang tidak ngefans-ngefans amat, namun tentu meninggalkan kesan untuk mereka yang mengidolakan.

Fiersa Besari bersama Nabila Taqiyya / Dok. Raka Dewangkara

“Band itu hebat banget, bisa sukses sampai sekarang dan masih ingat sama saya. Please welcome For Revenge,” ujar Fiersa sebelum memperkenalkan For Revenge untuk lagu “Ada Selamanya”.

Sebagai penutup, Fiersa mempersembahkan “Celengan Rindu” yang diiringi bersama suara penonton untuk pertunjukan tunggal ini.

Selain deretan lagu yang menyenangkan penggemar, pemilihan Cornerstone Auditorium sebagai lokasi pertunjukan tepat guna. Ruang yang tidak terlalu besar menambah kesan intim yang ingin disuguhkan oleh Fiersa dan penyelenggara.

Kami sempat menemuinya selesai dari pertunjukan, Fiersa mengatakan perasaannya berhasil melewati tiga kota.

“Senang sih, kayak pecah bisul ya sudah beres [tertawa]. Ternyata tiga kota kalau satu kotanya 20 lagu capek juga ya. Menyenangkan rasanya dan yang lebih menyenangkan lagi sebenarnya bukan 20 lagunya tapi bisa berbicara tanpa dibatasi waktu, bisa bercerita soal lagu-lagunya,” tutur Fiersa.

Lebih jauh mengenai ragam cerita di balik lagu. Sebenarnya memang konsep ini yang diusung Fiersa. Bagaimana ia mencoba untuk memadukan berbagai hal yang kerap dilakukan, seperti bernarasi, membuat puisi, hingga bernyanyi.

“Orang-orang banyak yang enggak tau saya sebagai penyanyi, awalnya taunya sebagai orang yang suka mendaki. Di video mendaki saya suka bikin narasi, ya ibaratnya video-video pendakian itu pakai voice over. Terus saya coba, gimana ya kalau misalkan si konser ini dipadukan, bukan cuma nyanyi tapi ada beberapa narasi yang dibacakan juga, dan itu terealisasi di sini,” lanjutnya.

Meski dua kota lain punya cerita tersendiri, pertunjukan di Bandung menjadi lebih istimewa dengan hadirnya keluarga sang solois yang tampak di deretan penonton.

“Jadi untuk ada sebuah panggung dan bisa mengumpulkan keluarga yang kita jarang berkumpul itu menyenangkan banget. Emosinya juga ke kita, ketika kita tahu ada adik saya, ibu saya nonton, senang gitu,” tutup Fiersa.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Jevin Julian – i will, i’m sure

Album Jevin Julian, “i will, i’m sure” memantapkan posisinya sebagai penyanyi/penulis lagu/produser/DJ terdepan di ranah musik dance electronic di Indonesia

kidunghara – Persembahan Vol. 1

kidunghara dengan Persembahan Volume 1 membuat Chrisye seolah hidup lagi. Namun apakah hadir hanya sebagai cover band dan tidak punya ciri sendiri?