Galeri Foto: We The Fest Jauh dari Kesepian

365
Dewa di Panggung We The Fest 2019 / Foto: Pohan

Festival Musik Internasional, We The Fest (WTF) yang digelar selama tiga hari berturut-turut pada 19-21 Juli 2019 di JIExpo Kemayoran sukses terlaksana dengan baik. Festival musim panas milik Ismaya Live ini tidak hanya menghadirkan panggung musik tetapi juga seni, fashion, dan makanan. 

Dua panggung andalan, We The Fest Stage dan This Stage is Bananas menghadirkan artis lokal dan internasional. Sementara dua lainnya, Another Stage dan panggung baru bernama WTF Park Stage khusus lokal saja. 

Tidak mudah bisa menyenangkan semua orang. Bisa dibayangkan pertimbangan dalam menetapkan jam manggung para artisnya cukup menegangkan. Namun, tak kalah penting di We The Fest artis lokal terbukti menjadi raja dan ratu di negeri sendiri.

Sederet local heroes yang tampil di hari pertama seperti Fourtwnty, Glaskaca, Dewa19 feat. Ari Lasso & Dul Jaelani, The Cat Police, The Adams, Puti Chitara, Gerald Situmorang & Sri Harunaga, Sal Priadi, Duara, dan Stan X w.W ft. Dave Slick. 

Fourtwnty dan Glaskaca membuka keriaan di panggung masing-masing. Ari Lesmana masih dengan aksi ’tidak bisa diam’- nya. Berbeda dengan Glaskaca yang mengajak Iga Massardi berkolaborasi di lagu ”Stædig” dan “Banda”. 

Dewa 19 bersama Ari Lasso yang diiringi Dul Jaelani menghajar panggung utama. Pertunjukan dimulai “Restoe Boemi”, lagu dari album Terbaik Terbaik. Selama konser berlangsung tak sedikit penonton yang hafal lirik. Padahal kemungkinan besar mereka belum lahir saat lagu dirilis. 

Hari kedua ada Dream Coterie, Eva Celia, Grrrl Gang, Barasuara, Nadin Amizah, RAN, Matter Halo, Endah N Rhesa, Pamungkas, Petra Sihombing ft. Enrico Octaviano, dan Fun On A Weekend ft. Soul Menace Crew.

Ketika Grrrl Gang beraksi di dalam, penonton rela berkeringat takjub menyaksikan Eva Celia di We The Fest Stage. Ia menjadi penampil lokal satu-satunya di hari kedua panggung ini. Malam itu, Endah N Rhesa bersuka ria atas perilisan album baru Regenerate di Another Stage. Mereka turut menggaet Adhitia Sofyan membawakan sejumlah lagu.

Tak kalah meriah di hari terakhir penyelenggaraan yaitu penampilan .Feast, Kelelawar Malam, Tulus, Noirless, The Panturas, Dipha Barus, Kunto Aji, Dekat, Coldiac. 

The Panturas membawakan lagu terbaru “Putra Petir”. Di sela penampilan, Acin mengajak penonton untuk menggantikan posisinya. Ia pun berselancar di kerumunan. 

Selain menyaksikan artis kesayangan, pengunjung bisa mengunjungi booth-booth di sekitar area. Salah satunya Art Village yang menyuguhkan karya seni dari artis dalam negeri. Penonton juga bisa membeli merchandise WTF serta merchandise artis yang mengisi lineup.

Hampir lupa, tahun ini We The Fest menambah satu stage khusus yaitu WTF Park Stage, di sini penonton bisa menikmati musik sambil duduk santai di kursi bean bag. Mereka yang bergantian mikrofon di sana adalah Amboro, Asteriska, Tuan Tigabelas, Ify Alyssa, Hindia, Ardhito Pramono, Kios Ojo Keos Poetry Reading, Kurosuke, Heidi, dan Tanayu. 

Setiap tahunnya We The Fest jauh dari kata sepi. Tak hanya kecintaan terhadap musik saja. Pengunjung yang hadir tampak begitu menikmati suasana festival ini. Dari segi pemilihan artis hingga kampanye sosialnya patut diacungi jempol. 

Meski sudah cukup baik, namun tetap ada kendala yang sebenarnya cukup krusial dan masih perlu diperhatikan dari We The Fest tahun ini yaitu tata suara panggung. Bagaimana penikmat musik seharusnya bisa nyaman saat mendengar bukan hanya sekadar melihat.