2231

Gelombang Terkini Musisi Independen Berbahasa Indonesia

Sore dan Efek Rumah Kaca merilis album perdana penting di era 2000an awal. Masing-masing adalah: Centralismo di tahun 2005 dan Self-titled alias Efek Rumah Kaca, 2007. Pentingnya album ini adalah karena sebagai band baru yang merilis album perdana, mereka sudah mampu memberikan pandangan baru tentang penulisan lirik Indonesia yang berbeda pada saat itu. Bahwa lirik bahasa Indonesia bisa indah, puitis sekaligus, lantang dan sekaligus menusuk tajam. Dan dengan musik yang tepat bisa menjadi kombinasi yang mematikan.

Tidak mengherankan bila kemudian cara penulisan lirik mereka memantik kelahiran para pujangga lirik lagu Indonesia berikutnya. Dari Payung Teduh, Barasuara, Dialog Dini Hari, Bandaneira hingga Tigapagi dan masih banyak lagi. Tidak berhenti di situ saat ini generasi terbaru grup musik/musisi solois dengan lirik Indonesia yang menarik pun terus bermunculan. Meskipun saking menariknya hingga beberapa dari mereka cukup sulit dipahami maknanya. Dan ini adalah beberapa nama di antaranya. Silahkan menambahkan di kolom komentar jika ada nama-nama yang terlewat.

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Dochi Sadéga "Pee Wee Gaskins"