Gitaris OM PMR, Budi Padukone Tutup Usia

Oct 5, 2020
Budi Padukone

Kancah musik indonesia kembali berduka. Salah satu musisi senior, legenda dari musik humor tanah air Budi Santoso alias Budi Padukone berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Beliau dikenal sebagai personil, lebih tepatnya gitaris dari grup OM PMR (Orkes Moral Pengantar Minum Racun)

Kabar duka ini disampaikan Senin (5/10) malam, beberapa jam lalu lewat akun instagram resmi OM PMR, yang berbunyi berikut:

“Telah berpulang Om Budi Santoso aka Budi Padukone. Semoga amal ibadah almarhum di terima di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan. Mohon doanya sahabat racun.”

https://www.instagram.com/p/CF9eG7zHs9m/?igshid=198jnz8au9st4

Bari banyak kabar yang telah ditulis rekan-rekan media, Budi Padukone wafat karena penyakit paru-paru.

Budi Padukone sendiri telah memperkuat OM PMR sejak lama. Band yang terbentuk akhir 80-an ini digawangi oleh Adjie Cetti Bahadursyah (tamborin, perkusi), Yuri Mahippal (mandolin, cuk), Harry Muka Kapoor (gendang), Budi Padukone (gitar) dan Imma Maranaan (bas) serta mantan personel Jhonny Iskandar atau Jhonny Madumathikutu (vokal, suling dan hormonisir).

OM PMR

Budi Padukone (no.2 dari kiri) bersama OM PMR formasi lama (dengan Johnny Iskandar) (tengah)

Setelah sempat populer dengan lagu-lagu macam “Judul-judulan” lantas vakum, di tahun 2014, orkes ini kembali meramaikan blantika musik Indonesia dengan mini album bertajuk “Orkeslah Kalau Bergitar” yang berisi sejumlah lagu parodi gubahan dari band-band anak muda.

Selain fokus menelurkan karya-karya baru, PMR juga terlibat dalam sebuah serial web (webseries) di Youtube “OM PMR Belum Ada Judul” yang merupakan kolaborasi dengan Sedap Films, dibesut Chairun Nissa dan diproduseri oleh Wini Angraeni. Serial web ini mengisahkan tentang proses kembalinya OM PMR dan kekonyolan keseharian personel-personelnya.

Kiprah almarhum bersama grup ini menjadi penting karena secara tidak langsung, gaya nyeleneh dan kocak mereka memberikan pengaruh bagi banyak grup-grup serupa yang muncul kemudian, seperti Pemuda Harapan Bangsa (PHB), Kornchonk Chaos, Nunung CS, dll.

Hingga berita ini diunggah, jenazah Budi Padukone masih berada di rumah duka di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Penulis
David Silvianus
Mahasiswa tehnik nuklir; fans berat Big Star, Sayur Oyong dan Liem Swie King. Bercita-cita menulis buku tentang budi daya suplir
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Yang ini juga legenda dalam artian karya, serta usia band dan personilnya. Berdiri sejak tahun 1977. PMR mengedepankan unsur humor yang kental dalam musiknya. Simak saja dari judul lagu-lagu seperti “Judul-Judulan” “Bintangku, Bintangmu” dan “Malam Jumat Kliwon”. PMR sempat vakum di 1995, dan kemudian aktif lagi dari 2015 – sekarang. meskipun kini vokalis Joni Iskandar sudah tidak tergabung lagi, serta gitaris Budi Padikone yang telah tutup usia. […]

Eksplor konten lain Pophariini

Nostalgia Semu: Alasan Tembang Lawas Bisa Dinikmati Generasi Kami

Mengapa saya kelahiran 1999 yang nggak pernah merasakan euphoria trio Warkop DKI tayang bisa menikmati musik era-sebelum-saya-lahir itu

Tamasya Kota: Ujung Penantian Kolaborasi Jon Kastella dan Pusakata!

Hari Jumat (30/07) lalu, Jon Kastella dan Pusakata resmi mempersembahkan “Tamasya Kota”, sebuah tembang kolaborasi yang sudah digarap sejak dua tahun lalu.