Gonta-Ganti Sosok Terdepan Di Band

1387

Imaji sosok vokalis dalam suatu band seringkali terlalu kuat untuk digantikan. Karena vokalis adalah sosok terdepan di dalam bandnya. Baik itu untuk keperluan visual di panggung, maupun dalam pengisian komposisi aransemen musik. Sehingga ketika keputusan berganti vokalis harus diambil, ini bagaikan buah simalakama. Baik itu  mengundurkan diri, harus diganti karena perbedaan ideologi, atau bahkan vokalisnya telah tiada. Semuanya punya resiko masing-masing.

Namun apa yang terjadi ketika sebuah band mengganti vokalisnya? Terus berjalan walaupun menuai berbagai reaksi, ataukah justru bisa membuktikan kalau mereka mampu lebih sukses dengan vokalis barunya? Simak 6 band pilihan Pop Hari Ini yang sempat berganti vokalis di bawah ini. Dari yang berhasil lebih baik, yang aman-aman saja, hingga yang kehilangan kharismanya.  Ada yang terlewat? silahkan tambah di kolom komentar

 

Cokelat 

Cokelat formasi kini dengan vokalis J pada vokal

Berdiri tahun 1996, Cokelat melesat sebagai band alternatif bervokalis perempuan satu-satunya di era 2000an dengan banyak hits, dan mengukuhkan Kikan sebagai salah satu vokalis rock perempuan terbaik di Indonesia. Paska Kikan keluar dari band ini di tahun 2010, Cokelat sempat berganti vokalis 2 kali. Posisi vokalis langsung diisi oleh Sarah Hadju, finalis Indonesian Idol Musim Keempat. Namun setahun kemudian ia mengundurkan diri. Berikutnya Jackline Rossy Natalia yang akrab disapa J resmi menjadi vokalis ke 3 band Cokelat pada 14 Desember 2011 dan bertahan sampai hari ini. Kini Cokelat menyambut musim pemilu dengan merilis ulang lagu dari album  “5 Menit, 5 Tahun”.

 

Payung Teduh

Payung Teduh formasi terkini dengan Marsya Ditia pada vokal

Awal tahun 2019 ini menandakan setahun persis mundurnya Is dari band Payung Teduh yang ia bentuk dengan bassis Comi pada akhir 2007. Rasanya kepergian Is ini cukup sulit tergantikan. Karena karakter vokalnya yang menjadi nyawa lagu-lagunya, serta gaya permainan gitar nylon-nya yang juga sangat begitu khas. Meskipun begitu Payung Teduh tetap berjalan dan merilis album baru Mendengar Suara tahun 2018 lalu. Sementara untuk keperluan live nya posisi vokal diambil oleh Ivan (ukulele) yang bernyanyi serta tambahan additional vokal perempuan. Payung Teduh formasi baru ini bahkan sempat bekerja sama dengan The Walt Disney Company Indonesia sehingga lagu terbaru Payung Teduh “Sebuah Lagu” menjadi soundtrack film “Disney’s Ralph Breaks the Internet: Wreck-It-Ralph 2” khusus edisi Indonesia dan Malaysia.

 

Burgerkill

Burgerkill dengan vokalis Vicky Mono (tengah)

Ini salah satu pergantian vokalis yang terbilang sukses. Di tahun 2006 saat band metal Burgerkill merilis album ke 3, Beyond Coma And Despair dan kabar duka datang mendadak, vokalis Ivan Scumbag meninggal dunia karena penyakit keras. Burgerkill dan para fansnya pun mengalami duka yang kelam cukup panjang. Namun akhirnya di tahun 2007 vokalis Vicky Mono masuk menggantikan almarhum di sisa tur panjang Burgerkill memporomosikan album ketiganya. Lalu dengan Vicky, Burgerkill merilis album Venomous (2011) dan yang baru dirilis tahun lalu Adamantine (2018). Kini dengan vokalis terbarunya ini terbukti menjadi formasi paling solid Burgerkill

 

Kangen Band

Kangen Band formasi 2016 dengan Andika

Bicara band pop yang ganti vokalis sulit melewatkan band pop melayu pionir yang visioner ini. Setelah menggebrak blantika musik Indonesia dan mencetak banyak hits termasuk menghasilkan sinetron yang terinspirasi dari kisahnya, pada tahun 2012 vokalis Andika menyatakan keluar. Lalu posisinya digantikan Reyhan yang  tidak bertahan lama karena mendalami agama. Kangen Band kemudian diperkuat oleh Andika yang bergabung kembali pada 2016. Namun tidak lama Andika memutuskan untuk keluar lagi, dan kini posisinya digantikan dua vokalis sekaligus. Namun ironisnya setelah memiliki vokalis baru yang lebih mumpuni, nampaknya kesuksesan Kangen Band era babang tamvan Andika mustahil bisa terulang.