Inis dan Meda Kawu Bernyanyi Tentang Ayah

Nov 25, 2022

Dua solois lintas genre, Inis dan Meda Kawu baru saja merilis sebuah single kolaborasi yang mereka sepakati diberi judul “D.A.D (Dear All Dads)”.

Selara dengan judul tersebut, single ini bercerita mengenai hubungan antara seorang ayah dengan anak perempuannya, meliputi berbagai momen indah di kehidupan mereka.

“Lagu ini adalah lagu yang menceritakan tentang hubungan batin antar ayah dan anak perempuan. Ayah sebagai sahabat, cinta pertama dan sosok laki-laki yang paling dikagumi anak perempuannya. Beranjak dewasa, sang anak perempuan jatuh cinta pada seorang pria, mengalami patah hati, dan menceritakan pengalaman pahitnya pada sang ayah”, tutur mereka dalam rilisan pers.

Dirilis pada tanggal 18 November silam, keduanya sempat membawakan single ini di gelaran Irama Kotak Suara Live! Vol. 3 lalu. Saat itu, Meda Kawu muncul di tengah-tengah set dari Inis, sebelum akhirnya bernyanyi bersama di “D.A.D (Dear All Dads)”.

Ditulis bersama oleh Inis dan Meda, bagi Meda sendiri ini merupakan sebuah bentuk eksplorasi terbaru dari perjalanan bermusiknya. Terbilang eksplorasi, karena di kesempatan ini ia mengolah vokal serta instrumen yang mengiringinya yang terbilang lebih ‘gelap’ ketimbang materi-materi sebelumnya.

Simak “D.A.D (Dear All Dads)” di bawah ini.

 

Beberapa waktu ke belakang bisa dibilang sebagai sebuah perjalanan yang berkesan bagi Inis dan Meda Kawu, bagaimana keduanya bisa masuk ke rombongan musisi-musisi produktif di rentang waktu tersebut.

Di bulan Februari silam, Inis resmi merilis EP terbarunya yang ia beri judul TOPSYTURVYDOM. EP tersebut berisi enam nomor seperti “Animal”, “Buskers!” hingga sebuah nomor yang berjudul sama dengan sang EP.

Sementara jika menengok katalog Meda Kawu di layanan streaming musik, beberapa yang sempat ia rilis antara lain adalah tiga versi dari nomor “Sendiri Tapi Tak Sepi”, “The Other Side” hingga “Sweet Dream, Sweet Little Thing” yang berkolaborasi dengan Vira Talisa.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

“ISKAASHI”, Harmonisasi Semiotika dan Iga Massardi

Mengingat kembali kiprah Semiotika dan Iga Massardi, di tahun 2021 silam mereka merilis sebuah rilisan penuh yang tanggal perilisannya cukup berdekatan.

Ditolak, Ini Kronologi Gugatan Musica Studios Ke MK

Gugatan Musica Studios terkait uji materiil terhadap Pasal 18, 30, dan 122 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ditolak Mahkamah Konstitusi