Invasi Synchronize Festival ke Televisi

365

Synchronize Festival akan digelar tanggal 14 November 2020 pukul 21.45 – 01.00 WIB dengan sumber utama penayangan melalui SCTV secara on air dan online melalui aplikasi Vidio, serta kanal YouTube Anggur OT.

Meskipun beralih ke media yang terbilang sudah lama nyaris ditinggalkan semua orang yaitu televisi. Pelaksanaan ini sama sekali tidak mengubah rencana yang nyata. Hanya saja Demajors dan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara memutuskan untuk membuat kerjasama yang baru dengan mengangkat tema Selebrasi bersama Televisi.

Band atau musisi yang bakal tampil antara lain Kangen Band Reunion, Rhoma Irama, Marion Jola, Dipha Barus, Setia Band, Iwan Fals, Tuan Tigabelas, Andika Mahesa, Kunto Aji, Danilla, Iwa K, Scaller, Tohpati Bertiga, Neo, Endah N Rhesa, The Upstairs, Pee Wee Gaskins, Mocca, Andra Ramadhan, Pamungkas, Tipe-X, NDX AKA, Rocket Rockers, Iga Massardi, Steven & Coconuttreez, Koil, The Sigit, .Feast, dan Syarikat Idola Remaja.

View this post on Instagram

@demajorsrecs & @dyandrapromosindo dengan ini mempersembahkan Synchronize Fest 2020 “Selebrasi Bersama Televisi” pada 14 November 2020 di stasiun televisi @sctv adalah sebuah penghibur sekaligus obat penawar rindu akan hadirnya Synchronize Fest. Selaras dengan jargon Synchronize Fest “A Festival For Everyone”, kehadiran di televisi adalah terobosan signifikan bagi sebuah festival yang dapat menjangkau ratusan juta pemirsa potensial di seluruh Indonesia dan tentunya dapat dinikmati secara cuma-cuma oleh siapapun. Menghadirkan 29 nama artis lintas genre dan lintas generasi dengan berbagai sajian kolaborasi istimewa yang wajib kamu saksikan mulai pukul 21:45 – 01:00 WIB! — #SynchronizeFest20 #SelebrasiBersamaTelevisi 14 November 2020, 21:45 WIB on SCTV, Vidio, Youtube AnggurOT www.synchronizefestival.com

A post shared by Synchronize Festival (@synchronizefest) on

Setelah bulan lalu, pemegang tiket diberikan pilihan Refund atau Non-Refund. Harapan-harapan dari para pecintanya agar ini tetap terlaksana akhirnya terjawab dengan adanya penayangan di televisi karena bisa membuktikan inilah ‘A Festival For Everyone’ yang sebenarnya.

Balik ke Maret 2020 ketika COVID-19 mulai masuk Indonesia, saat itu Synchronize masih optimis acara bisa tetap terselenggara tanggal 2, 3, dan 4 Oktober 2020. Hingga masuk pertengahan tahun 2020, Synchronize merasa egois kalau ini tetap dilaksanakan. 

Foto: Pohan

Aldila Karina selaku Communication Director Synchronize Festival mengaku, pihak Synchronize sempat berpikir untuk memindahkan tempat pelaksanaan dari Gambir Expo ke JIEXpo dengan syarat pengunjung 30%. Lalu, sempat pula mempertimbangkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Namun, Synchronize tidak ingin mengambil risiko. Jika tetap mengikutsertakan berbagai pihak. Mengingat kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Baik penonton maupun pekerja. 

“Sebenarnya Synchronize dari awal kita tidak pernah berpikir untuk membuat secara online sama sekali. Tidak pernah terbelesit karena kita sudah tau experience online ya udah seperti itu. Cuma melihat situasi sekarang akhirnya kami berpikir, ‘ya udah deh dari pada online sekalian aja TV’,” kata Aldila kepada Pop Hari Ini melalui Zoom (18/10).

Synchronize mempertimbangkan beberapa aspek sampai akhirnya mendapat pilihan televisi. “Dengan hadirnya di televisi, orang-orang dapat menjangkau atau menyaksikannya tanpa perlu keluar biaya kuota, dan terlebih itu dapat diakses dengan ratusan juta penduduk Indonesia di seluruh Indonesia yang merupakan penonton setia SCTV.”

Alasan SCTV karena stasiun yang satu ini memiliki jangkauan yang paling luas. “Spiritnya sama nih seperti Synchronize Festival, this is festival for everyone. Mau nenek, kakek, om, tante, anak muda, anak kecil, semua bisa nonton bersama di rumah,” ungkap Aldila.

Dalam arti, Synchronize jadi mendapatkan calon audience atau potensial audience yang baru. Hal lain mengapa pilihannya televisi, Synchronize berharap dengan penyelenggaraan Synchronize di televisi kembali menjadi sebuah trigger bagi televisi untuk kembali menayangkan musik-musik Indonesia.

Terdapat 29 nama band atau musisi yang hadir November nanti dengan tahapan kurasi yang dianggap sangat penting. Sebagian dari penampil, biasanya hanya populer di basis audience yang memiliki gadget saja. Otomatis dengan adanya penayangan nasional seluruh nusantara yang menyaksikan SCTV bisa menikmati Synchronize Festival.

“Jadi nggak cuma ngobrolin tentang rating aja skemanya, tapi kita ngobrolin tentang esensi industri atau penggerak musisi Indonesia,” jelas Aldila.