“Kaleidoscope Love”, Kiprah Perdana Daisea

Nov 18, 2022

Satu lagi nama yang siap untuk meramaikan kancah musik Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Mereka adalah Daisea, unit dream pop yang baru saja memperkenalkan diri dengan single debutnya, “Kaleidoscope Love”.

Di single debutnya ini, Daisea bercerita mengenai sebuah hubungan cinta yang sedang melalui sebuah dinamikanya. Dinamika yang dimaksud adalah, sosok wanita di hubungan tersebut tengah memperjuangkan status di antara mereka berdua dan berharap untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

“Perjalanan kisah asmara memang tidak selalu indah dan selalu ada tantangannya. Namun, tantangan ini lah yang akhirnya membuat kita lebih dewasa dan lebih mampu untuk menghadapi tantangan lainnya, membuat kita lebih sadar akan perjuangan ini tidak hanya untuk laki-laki atau perempuan saja, melainkan semua yang terlibat dalam hubungan tersebut”, tutur Made, sang vokalis.

 

Daisea hadir dengan lima personel di dalamnya. Mereka adalah Made Candra (vokal), Rinaldi Barita (gitar), Lucky Rifaldi gitar), Diaz Pahlevi (bas) dan Noor M. Reza (drum).

Sesuai dengan koridor dream pop yang mereka usung, “Kaleidoscope Love” menggambarkan dengan cukup jelas warna musik mereka. Vokal yang ‘mengawang’ dengan sahut-sahutan antar instrumen menjadi dua poin di antaranya. Tempo yang hadir terbilang cukup cepat, terbukti dengan ketukan drum yang senantiasa konsisten mengiringi penuh tenaga di sepanjang durasi berputar.

Lirik-lirik yang mereka rangkai pun penuh dengan selipan pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah hubungan, selaras dengan cerita utama yang dikisahkan melalui “Kaleidoscope Love”.

Sebut saja penggalan lirik awal “So the day has passed but you’re still not around / I’ve been calling but you’re nowhere to be found” atau “So just hold my hand and close your eyes / Say the words before it’s time to say goodbye” yang bisa menggambarkan benang merah cerita utamanya.

Selain dalam format digital, format video musik dari “Kaleidoscope Love” turut dihadirkan oleh Daisea. Menarik untuk ditunggu kiprah selanjutnya dari unit dream pop belia ini dalam waktu-waktu mendatang.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

“ISKAASHI”, Harmonisasi Semiotika dan Iga Massardi

Mengingat kembali kiprah Semiotika dan Iga Massardi, di tahun 2021 silam mereka merilis sebuah rilisan penuh yang tanggal perilisannya cukup berdekatan.

Ditolak, Ini Kronologi Gugatan Musica Studios Ke MK

Gugatan Musica Studios terkait uji materiil terhadap Pasal 18, 30, dan 122 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ditolak Mahkamah Konstitusi