11450

Lagu-lagu Pop Sekitar Reformasi 1998

Pure Saturday – “Banga”

Setelah menjadi indie darling saat pertama kali muncul di tahun 1996, Pure Saturday mengubah nuansa musik menjadi lebih kelam dan “berat” di album kedua, Utopia, pada tahun 1999. Sebagaimana dituturkan dalam buku Based on True Story: Pure Saturday tulisan Idhar Resmadi, produksi album rilisan Aquarius Musikindo ini dilakukan dalam suasana kerusuhan jelang jatuhnya rezim Orde Baru. Setelah teken kontrak Pure Saturday yang saat itu beranggotakan Suar Nasution, Arief Hamdani, Ade Purnama dan si kembar Adhitya dan Yudhistira Ardinugraha, mendapat fasilitas rekaman sampai 70 shift di studio 21 di Pluit, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta lewat Puncak untuk menyelesaikan proses mixing, mobil milik gitaris Arief Hamdani dikepung massa demonstran di depan Istana Cipanas. Gara-garanya mobil miliknya adalah sedan keluaran Eropa. Beruntung ada tantara yang bisa membereskan situasi. Demi alasan keamanan, juga penghematan, mereka memilih menginap di dekat pintu tol Ciawi agar dapat dengan mudah langsung menuju Pluit lewat jalan tol menghindari kemungkinan terjebak demonstrasi jika harus lewat dalam kota. Segala ketakutan, kekecewaan, juga ketidakpastian saat itu terangkum dalam “Kaca”

Baca juga:  Kilas Balik Konser dan Festival Musik Indonesia Di 2018

“Lihat negeri ini
Tak sanggup lagi berdiri
Semua jadi sangsi
Menumpu harap di sini…”