‘Lagu Tiga Kunci’ Penakluk Hati

2308

Sadar atau tidak, di industri musik Indonesia ada banyak lagu-lagu yang indah. Dari beat dan irama seenak Maliq & D’Essentials sampai lagu akustik sesederhana Float dan Fourtwnty.  Seperti apakah sebuah lagu bisa dibilang lagu yang indah, enak, penakluk hati, pelipur lara dan serenceng julukan keren lainnya itu?  

Tentu enak, lagu itu kan punya kunci yang banyak, aransemennya juga keren, improvisasinya bagus. Beat nya bikin goyang dan lain sebagainya. Lagu apakah cuma sebatas itu sebuah lagu dikatakan indah? bagaimana dengan lagu-lagu yang kuncinya itu-itu aja, beat nya itu-itu aja? Bisakah mereka masuk dalam kategori lagu yang indah, bagus, berkualitas dan lain sebagainya itu.

Bagaimana dengan lagu-lagu yang kuncinya gitu-gitu aja alias tiga kunci?

Sebelumnya mari kita samakan pikiran dulu disini. Lagu-lagu tiga kunci di sini bukan berarti lagu tersebut harus pas 3 kunci, melainkan lagu-lagu yang sederhana dengan minimnya kunci instrumen dan iramanya.

Apa saja lagu-lagu yang bisa masuk liga lagu tiga kunci? Mari kita simak bersama.

 

Koes Plus – Jangan Selalu Marah

Cap sebagai band tiga kunci yang membuat lagu lagu bak kacang goreng memang sering disematkan oleh 4 pemuda ini di era 70an. Meski konotasinya negatif pada waktu, namun nyatanya band-band yang muncul pada masa atau setelah Koes mengikuti pola tiga kunci yang sama, semata-mata agar populer saja.

 

Sheila on 7 – Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Mengutip teman, kalau saja lagu-lagu Sheila itu direkam dengan bahasa Inggris dan cengkok yang beda, ia akan terdengar seperti Teenage Fanclub atau Big Star. Mungkin ada benarnya, Di luar itu, yang menjadikan lagu Anugerah ini indah adalah aransemen dan dinamikanya. Padahal lagu ini hanya terbangun dari tiga atau bahkan dua kunci saja.