Lanjutan “Pandemonium” Iga Massardi

228
Iga Massardi
Iga Massardi membuat proyek lagu kolaborasi bertajuk "Pandemonium" / foto oleh @dedidude.

Masih ingat dengan video unggahan Iga Massardi di Instagram yang berisi lagu “Pandemonium” beberapa waktu lalu? Andai masih ingat, pada video tersebut, Iga juga memberikan tautan yang berisikan data rekamannya, serta turut mengajak para followersnya untuk turut serta berkolaborasi dan me-remix lagu yang ia ciptakan tersebut, entah itu menambahkan instrumen, vokal, lirik, ataupun hal-hal musikal lainnya.

Kembali ke Iga, hampir 2 minggu berlalu semenjak dirinya mengunggah video tersebut, banyak dari mereka yang turut berpartisipasi dalam ajakan Iga. Dengan tagar #MusikPandemik, video-video gubahan “Pandemonium” bisa dijumpai di Instagram.

Beberapa nama seperti Ezza (Under The Big Bright Yellow Sun), Aldrian Risjad, serta Yudhis (Rachun) juga tampak mengunggah video berisi “Pandemonium” dengan gubahan mereka sendiri.

Tidak hanya di Instagram, ternyata jagat Facebook pun juga turut ramai dengan tagar tersebut. Meskipun tidak seramai di Instagram, namun ada beberapa video yang mencuri perhatian khalayak dan tentunya patut diberi perhatian lebih. Berikut diantaranya:

1. Jonathan Mono

Turut dikenal sebagai JMono dari Neurotic, dirinya juga turut mengunggah video lagu “Pandemonium” dengan aransemen tambahan. Dirinya menambahkan lirik serta vokal yang dibalus dengan iringan gitar elektrik serta bass, synthesizer, dan juga tambahan permainan piano Indra Lesmana pada “Take The Coltrane” pada lagu ini.

Simak “Pandemonium” versi JMono pada tautan berikut:

Pandemonium (Iga Massardi) – Jonathan Mono feat. Indra LesmanaRecorded by Jonathan Mono at Weird Mansion using iPhone X (Garageband). Video taken by Cinta Ruhama Amelz and edited by Jonathan Mono. I added song & lyrics and recorded vocal, electric guitar, electric bass, synth, and drum machine performances in Iga Massardi's "Pandemonium". I also added Indra Lesmana's "Take The Coltrane" piano performance to this song.Thank you Moog Music Inc. for the free #minimoogmodeldapp during this social distancing time.#musikpandemik #mostlyjam #jonathanmono #jmono #igamassardi #indralesmana #instajam #stayathome #socialdistancing

Posted by Jonathan Mono on Sunday, 22 March 2020

 

2. Tommy Pratomo

Satu pertiga dari trio saxophone Saxx In The City ini juga turut meramaikan tagar #MusikPandemik. Dirinya menambahkan saxophone pada “Pandemonium” dari Iga Massardi.

Simak “Pandemonium” versi Tommy Pratomo pada tautan berikut:

Mainin lagunya Iga Massardi ! #pandemonium #musikpandemik!

Posted by Thomas Tommy Pratomo on Friday, 20 March 2020

 

3. Febri Yoga Sapta Rahardjo

Memperoleh jumlah view hingga 500 penonton lebih, Febri juga memberikan sentuhan vokal pada versi “Pandemonium” miliknya.

Simak “Pandemonium” versi Febri Yoga pada tautan berikut:

Mumpung lagi #dirumahaja dan kagak tau mau ngapain, akhirnya iseng aja bikin #musikpandemik milik kak @igamassardi yang mumpuni.•Song & Lyrics by @febriyoga_sr Music Composed by @igamassardi •Mohon maap ni muka ane kalo lagi take pokal emang kayak gitu.Selamat menyaksiken 🙌🏻•#musikpandemik #pandemonium #dirumahaja

Posted by Febri Yoga Sapta Rahardjo on Thursday, 26 March 2020

 

5. Garna Raditya

Musisi asal Semarang yang kini berdomisili di Amerika Serikat ini mengubah karya Pandemonium ini menjadi sebuah karya baru. Bersama sang istri, Garna mengaransemen lagu ini dengan menambahkan keyboards, synthesizer dan lirik menjadi sebuah lagu baru yang utuh.

“Lirik ini diadaptasi dari kisah Dewa Ruci, sang Dewa kerdil yang dijumpai oleh Bima dalam pencarian air suci Prawitasari,” ungkapnya.

Simak aransemen Garna Raditya di sini

#Pandemonium adalah kolaborasi dengan sumber terbuka yang diinisiasi oleh Iga Massardi. Kami turut bergairah untuk berpartisipasi di tengah ingar-bingar ini. Betapa menyenangkan merekam segala hal di tengah transisi tatanan dunia baru, sebab tak akan ada lagi kembali ke normal. Penjelajahan manusia kembali dimulai, tak lagi membelah bumi melainkan dalam jagad diri.Lirik lagu ini mengadaptasi dari kisah Dewa Ruci, sang Dewa kerdil yang dijumpai oleh Bima dalam pencarian air suci Prawitasari. Dari membelah gunung hingga mengaduk lautan sampai mengalahkan seekor naga yang menghalangi. Di tengah pencarian di lautan yang dalam, Bima menemui makhluk serupa dirinya dalam ukuran yang lebih kecil, memperkenalkan sebagai Sang Dewa Ruci. Ia yakinkan untuk masuk ke dalam lubang kuping kirinya, tapi mana mungkin? Meski mustahil, dengan keteguhan ia mencoba masuki raga Dewa Ruci melalui kupingnya hingga mendapatkan penjelasan tentang hidup sejatinya dari ilusi yang ia sadari. Barangkali ada relevansinya dengan ini semua.Baik, selamat menikmati.Vokal & lirik : Megan HewittSynth: Garna Raditya—Teman-teman juga bisa ikut membantu mereka yang terimbas dari penanganan COVID-19 ini dengan melakukan donasi di laman kitabisa.com/konserdirumahajaPenggalangan dana ini berlangsung hingga 14 April 2020.#MusikPandemik#stealthisriff#dirumahaja

Posted by Garna Raditya on Wednesday, 1 April 2020

_____