Lightcraft Tur Album Ketiga di Jepang

Feb 5, 2019

Tak bosan-bosannya kami menulis soal Lightcraft. Pasalnya, kuartet indierock asal Jakarta ini selalu menyuguhkan hal-hal yang mengejutkan, salah satunya saat mereka mengumumkan lightcraft akan tampil di negeri Sakura dalam sebuah rangkaian tur, termasuk di festival musik Sakurazaka Asylum 2019 di Okinawa.

Ini adalah tur kali Jepang pertama kalinya buat kuartet ini yang selalu memimpikan untuk bisa tampil di negeri Matahari Terbit. Hanya kurang dari dua minggu sebelum perilisan album ketiga mereka Us Is All, so penonton di Jepang menjadi yang pertama akan mendengarkan lagu-lagu baru Lightcraft.

Menarik bagaimana ide tur di Jepang ini muncul. Semua berawal setelah mereka mendapatkan undangan untuk tampil di festival Sakurazaka Asylum 2019 di Naha, Okinawa. Dan seperti yang kita tahu, Lightcraft sendiri sudah menjadi band langganan festival di luar negri. Hampir seluruh festival dari Asia sampai Eropa dan Amerika pernah mereka ikuti.

https://www.instagram.com/p/BsuvoJPDApD/?utm_source=ig_web_copy_link

Sakurazaka Asylum sendiri adalah sebuah festival musik dan seni yang diselenggarakan di area Sakurazaka yang berada di kota Naha, Okinawa. Festival ini dilangsungkan di tempat utama Sakurazaka Theater serta beberapa live house, kafe dan bar di sekitarnya. Menampilkan berbagai band dan artis dari Jepang dan Asia, festival ini ditujukan untuk memperkenalkan beragam jenis musik di Okinawa dan menjadi sebuah wadah interaksi budaya, lahirnya inspirasi-inspirasi baru, dan untuk membangun hubungan antar pelaku seni.

Yang menarik dari festival ini juga adalah selain dari menyaksikan penampil dari banyak negara, Sakurazaka Asylum juga melangsungkan sebuah konferensi musik bernama Trans Asia Music Market yang mendatangkan panelis-panelis dari industri musik dunia.

Lightcraft di SXSW Texas, Amerika Serikat / dok. Lightcraft.

Sekadar informasi, tur Jepang perdana lightcraft ini pun juga mendapat dukungan dari BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). “Jepang adalah sebuah pasar yang sangat ingin kami jelajahi, namun kami belum pernah menemukan kesempatan dan orang yang tepat. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, termasuk BEKRAF, kami merasa semua kepingan yang diperlukan telah lengkap untuk berangkat ke sana. Ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk merealisasikan mimpi serta memperkenalkan brand musik kami di Jepang,” jelas gitaris Fari.

Imam, Vokalis Lightcraft di atas panggung Playtime Festival di Mongolia

Selain mempersiapkan keberangkatan mereka, band yang belum lama merilis dua single baru, “Walk On Fire” dan “Home” (featuring Ananda Badudu) ini juga membawa serta CD album ketiga mereka, Us In All edisi eksklusif. “CD ini hanya khusus untuk di Jepang, tidak akan ada di Indonesia, ” ungkap mereka. Wah, spesial sekali kelihatannya mereka memanjakan fans mereka di Jepang.

Berikut ini jadwal lengkap tur Lightcraft di Jepang:

Sabtu, 9 Februari: Sakurazaka Asylum 2019 (Naha, Okinawa)
Minggu, 10 Februari: Sakurazaka Asylum 2019 (Naha, Okinawa)
Rabu, 13 Februari:   Lush, Shibuya, Tokyo
Kamis, 14 Februari: Basement Bar,  Shimokitazawa, Tokyo
Jumat, 15 Februari: UrBANGUILD,   Kyoto
Sabtu, 16 Februari: Hard Rain, Osaka

Untuk informasi lanjut mengenai aksi Lightcraft di festival Sakurazaka Asylum 2019, kunjungi https://www.asylum-okinawa.info.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

Monita Tahalea Tebus Kerinduan dengan “Berlalu”

Monita Tahalea juga mengungkapkan bahwa “Berlalu” memuat sebuah cerita mengenai kerinduan serta keputusan untuk menjadi pribadi yang berbahagia.

Mengenal Lebih Dalam Maudy Ayunda Lewat 5 Lagu

Saya mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam sosok Maudy Ayunda dari lagu-lagunya.