Liputan: Perilisan Buku Bandung Pop Darlings

74
Amenkcoy, Nishkra, Helvi, Irfan, Sutuq dan Alvin.
Jumat (14/09) kemarin menjadi momen perilisan buku Bandung Pop Darlings yang ditulis Irfan Popish dan diterbitkan oleh EA Books. Buku yang berceritan tentang perkembangan 2 dekade tumbuhnya skena indie pop di Bandung antara tahun 1995-2015 ini menjadi salah satu dokumentasi yang penting untuk membaca perkembangan subkultur di Bandung.
Bertempat di Garage Room, Bandung acara perilisan buku yang sekaligus jadi ajang reunian para pelakunya di era 90, 2000an dihadiri oleh banyak muda-mudi generasi milenial di bawahnya yang juga tertarik dengan buku pertama yang menjadi dokumentasi skena Bandung era 90an itu dan lebih spesifik lagi mengerucut pada 1 genre spesifik, yaitu indie-pop (britpop).
Acara sendiri diisi oleh diskusi yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Dengan sebagai moderator Alvin Yunata dan Amenkcoy. Lalu Helvi (FFWD records), Niskhkra, Mawir, Ade Muir, Uci “Kubik”, Sutuq lalu dari perwakilan generasi sekarang, Joz (Maritime), Mirza Nadhif Ardana, personil band Turks & Caicos juga diminta untuk menjadi pembicara.
Acaranya sendiri berjalan sangat menarik dan cair karena Alvin sebagai moderator merupakan salah satu yang terlibat dalam skena indie-pop sejak 1995. Dan pada akhirnya diskusi melebar menjadi membahas soal kondisi skena Bandung saat ini. Yang ternyata menjadi keresahan banyak pihak karena dianggap kurang bergairah.