Masa Indah Banget Sekali Pisan: Gairah Underground Bandung 1990an

2591
Full of Hate / dok. istimewa

Di sisi lain, krisis moneter memancing kreativitas anak-anak muda. Mereka membuat tempat nongkrongnya sendiri, yang kemudian dikenal dengan istilah “kafe tenda”. Kaset fotokopian Masa Indah Banget Sekali Pisan itu saya dapatkan di kamar kos seorang teman saya yang bersama teman-teman kampusnya membuka usaha kafe tenda di Jalan Margonda, Depok.

Saya ingat malam itu begadang di kafe tenda tersebut hingga tutup menjelang Subuh, dan saya turut menginap di kamar kos mereka. Ketika matahari sudah sangat terang, mata saya mendapatkan kaset tersebut di dekat tape deck, dan diputarlah suara sebuah generasi bawah tanah yang bila kita tengok kembali pada hari ini, terasa khas sekali. Suara sebuah zaman yang pengaruhnya masih kentara, secara sound dan etos, pada musik independen/underground hari ini, meski wajah dan percaturan musik sudah berubah. Bahkan beberapa nama dalam album ini, baik secara penggagas proyek, personil, maupun band masih “berkeliaran” dan bersepak terjang hingga sekarang.

Cherry Bombshell formasi 1995 / dok. @bandungpopdarlings

Burgerkill, band pengisi lagu kedua di album ini, kala itu adalah kolektif hardcore yang sedang dikenal scene, kini telah menjadi monster musik cadas Indonesia dengan sejumlah album yang menuai kritik positif, bahkan diberi penghargaan oleh institusi dunia Metal Hammer. Gitaris dan motor mereka, Eben, juga kini dikenal salah satu pengasuh acara “Extreme Moshpit”.

Waiting Room, satu-satunya pengisi album dari Jakarta, sejauh ini telah merilis tiga album, juga “pecah kongsi”: vokalis Eka Annash bersama The Brandals (kemudian juga Zigi Zaga) sementara vokalis lainnya, Lukman aka Buluk membentuk Superglad (kemudian juga Kausa).

Cherry Bombshell juga ada di album ini—salah satu band indie pop yang dianggap sebagai pionir, sementara gitaris Ajie Gergaji kemudian juga dikenal bersama bandnya, The Milo.

Sementara Puppen adalah legenda hardcore Bandung. Vokalisnya, Arian 13, kemudian membentuk Seringai dan juga menjadi nama besar hingga skala Nasional.

Band-band lainnya di album kompilasi ini pun rata-rata telah menjadi nama-nama klasik, seperti Full of Hate, Rotten to the Core, Turtles Jr., Sendal Jepit, hingga Balcony—yang rilisan-rilisannya masih terus diburu.

Waiting Room circa 1997 / dok. @waitingroomofficial

Masaindahbangetsekalipisan langsung menjadi favorit saya. Banyak lagu di dalamnya adalah klasik, seperti “Police on my Back” dari Rotten to the Core, “Ruang Tunggu” dari Waiting Room, hingga “Sistem” dari Puppen.

Tidak berlebihan album kompilasi ini dijuduli demikian, karena setiap anak muda yang menghidupi era itu, di Bandung dan berbagai kota lainnya, terlepas dari bagaimana menjalani hari-hari kini, sulit untuk mengelakkan bahwa masa muda dan 1997 masuk dalam periode “Masa Indah Banget Sekali Pisan”.

Tracklist:

Full of Hate – I Know
Burgerkill – Revolt!
Rotten to the Core – Police on my Back
Turtles Jr. – War Time
Sendal Jepit – ( I Know I Will) Wrecked It Up
Papi – Ignore
Waiting Room – Ruang Tunggu
Cherry Bombshell –Superego
Balcony – From Urban Ghettos
Puppen – Sistem
Deadly Ground – Terrorize
Cereal Fever – Piss Me Off Shit & Bring Me Somethin’ to Comfortabling Myself
Nut 4 It – Argue Nothing
Plum – Tribal
Third Parties – Days