Menengok Kembali Kisah Sejarah Bersama Tanah Air Project

Sep 13, 2021

Mengusung tema besar kebangsaan dan kebudayaan berbasis nusantara, lima anak muda beranggotakan Vialinda (vocal), Ezekiel Rangga (keyboard & sequencer), Ardika (drum), Daniel (guitar) dan Gerard (guitar) hadir dalam sebuah payung unit musik bernama Tanah Air Project.

Dalam waktu dekat ini, Tanah Air Project akan melepas mini album pertamanya, Negeri Pemenang. Sebagai pemanasan, sebuah single berjudul sama dengan mini album tersebut sudah mereka lepas di penghujung bulan Juli lalu.

Kabarnya, akan ada beberapa single lagi yang menyusul hadir dalam album Negeri Pemenang, yakni “Kandang Kita”, “Hegemoni”, “Surga Itu Nyata”, “Selamanya Kita” serta “Anak Indonesia”. Keseluruhan single tersebut ditulis oleh Ezekiel yang juga merangkap sebagai produser.

Mengenai single “Negeri Pemenang”, kwintet ini membawa sebuah cerita sejarah perlawanan saudagar tanah Banda terhadap VOC di rentang waktu tahun 1618 hingga 1621. Video lirik dari single tersebut pun juga mereka persembahkan, berbarengan dengan format digitalnya.

 

Bicara mengenai Tanah Air Project, pada awal perjalanannya mereka sebenarnya memilih untuk hanya membawakan ulang lagu daerah maupun lagu nasional saja. Namun akhirnya, mereka memutuskan untuk melebarkan sayapnya dan melepas materi mereka sendiri, “Indonesia Jaya” yang direkam khusus di studio Lokananta.

 

Sementara di tahun 2019, mereka juga sempat menggarap kolaborasi yang menghadirkan dua musisi senior Indonesia, Achmad Albar dan Ian Antono. Kolaborasi tersebut masih bisa disaksikan ulang melalui kanal YouTube mereka.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Selesai Vakum, Audrey Tapiheru Bocorkan Tanggal Rilis EP Debutnya

Audrey Tapiheru merasa bahwa EP debut ini adalah sebuah ‘hutang’ kepada para pendengarnya yang telah setia menunggunya selama vakum.