Mengenang Glenn Fredly, Sosok Musisi Humanis

110
Glenn Fredly
Glenn Fredly memberikan sambutan di Konferensi Musik Indonesia 2019 di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang pada 23 November 2019 kemarin / foto: Jonathan.

Pada Rabu malam kemarin, 8 April 2020, dunia seolah terhenti. Sebuah kabar mengejutkan dari industri musik Indonesia yang kembali kehilangan salah satu talenta emasnya, dia adalah Glenn Fredly. Kabar meninggalnya beliau saya dapat pertama kali melalui media sosial Twitter. Beliau meninggal pada usia yang masih terbilang muda, 44 tahun.

Mengenang kembali sosok Glenn Fredly pastinya akan selalu teringat nostalgia pada masa dahulu kala di mana saat sedang jatuh cinta, pdkt, putus cinta, dengan siapapun orangnya, pasti akan ada lagu-lagu Glenn Fredly yang menemani masa tanggung saya dahulu. Lagu-lagu seperti “Cukup Sudah”, “Terpesona”, “Januari”, serta lagu favorit saya “You Are My Everything” kembali menyerang memori.

Ya, bagi generasi 90-an, Glenn Fredly adalah penyanyi yang menjadi idola. Setiap kali dia mengadakan konser, pasti akan selalu didatangi oleh muda mudi yang sekarang bisa dibilang tidak muda lagi. mengenang lagi masa-masa cinta monyet mereka dengan lagu-lagu milik Glenn.

Glenn muda menorehkan karir bermusiknya pertama kali lewat ajang Cipta Pesona Bintang dan di tahun yang sama dia bergabung dengan grup band Funk Section. Waktu itu dia masih anak SMA. Pada tahun 1998, musisi Ambon ini kemudian bersolo karir dan merilis album perdananya bertajuk GLENN. Sampai sekarang, Glenn Fredly telah menelurkan lebih dari 10 album. Tidak hanya di musik, Glenn juga sempat terjun ke dunia perfilman. Belakangan bahkan dia terjun menjadi produser film. Film garapannya adalah Cahaya dari TimurSurat dari Praha, dan Tanda Tanya.

Sepanjang karir bermusiknya, Glenn Fredly telah memenangkan berbagai penghargaan di dunia musik. Ini di antara sederet penghargaan yang pernah dia terima selama berkiprah di industri musik:

  • AMI Award For Best Urban Production Work – Kasih Putih (2001)
  • AMI Award For RnB Male Solo – Kasih Putih (2001)
  • AMI Award For Pop Song – Dibalas Dengan Dusta (2004)
  • AMI Award For Best Pop Male Solo Artist (2005)
  • AMI Award For Best Mix Engineer – When I Fall In LOve (2006)
  • AMI Award For Best Foreign Language Song – When I Fall In Love (2006)
  • AMI Award For Jazz Production Works – Tega (2006)
  • AMI Award For Urban Pop Male/Female Artist (2013)
  • Maia Award For Best Theme Song – Lights From The East: I Am Maluku dan Tinggikan (2014)

Sosok Glenn Fredly sendiri dikenal sebagai seorang sosok yang sangat humanis. Kiprah kepeduliannya ini antara lain menghasilkan lagu Kita untuk Mereka, yang hadir sebagai dukungan bagi para korban tsunami Aceh. Lalu, konser bertajuk Cinta Beta dia dedikasikan untuk seni dan budaya Indonesia Timur.

Glenn Fredly juga tidak melulu berkiprah di depan layar dan panggung musik, dirinya juga turut andil dalam menciptakan ekosistem musik di Indonesia agar berjalan lebih sehat. Salah satunya dengan mendirikan Koalisi Musik Indonesia (KAMI) dan menyelenggarakan konferensi musik pertama di Ambon pada 2018, dan di Bandung pada 2019 lalu. “ Ambon sendiri telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota musik dunia.

Seperti dilansir dari liputan 6, wacana Ambon untuk dijadikan kota musik sudah digaungkan sejak lama. Apalagi untuk masuk ke dalam jaringan kota kreatif dunia ini memang tidak mudah. “Perjalanan panjang dan tidak mudah ini terjadi karena Kolaborasi dan kerendahan hati banyak pihak untuk mewujudkannya bersama,” ucapnya.

“Skena musik Indonesia tergolong yang paling dinamis di Asia Tenggara, namun tak banyak kesempatan bagi para musisi dari berbagai genre dan aktor industri musik lainnya untuk bertemu dan bertukar pendapat,” Ujar Glenn Fredly saat memberikan kata sambutan di acara Konferensi Musik Indonesia 2019 yang bertempat di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang pada 23 November 2019 kemarin.