Mengenang Glenn Fredly, Sosok Musisi Humanis

158

Glenn turut mengaungkan kampanye untuk membantu ekonomi warga yang terdampak wabah pandemik Virus Corona yang tengah melanda dunia akhir-akhir ini.

Sebagai catatan pada 2019 lalu, Glenn meluncurkan album baru setelah jeda sembilan tahun. Judul albumnya, Romansa Masa Depan. Dia bahkan berencana meluncurkan volume kedua dari album ini pada Agustus 2020, sekaligus menandai 25 tahun kiprahnya di dunia musik Indonesia.

 

Jejak Aktivis

Selain dikenal sebagai seorang musisi, Glenn Fredly juga dikenal sebagai seorang aktivis. Berbagai gerakan kemanusiaan telah diinisiasi olehnya, terutama yang berhubungan dengan musik. Tercatat tahun 2012 lalu, Glenn Fredly membuat gerakan untuk menyelamatkan Studio Lokananta.

Lokananta berdiri sejak 29 Oktober 1956 setelah dicetuskan oleh R. Maladi, Menteri Penerangan dan pemimpin Radio Republik Indonesia (RRI) kala itu. Studio ini terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 379, Kerten, Solo. Seperti dilansir Antara, di Studio Lokananta tidak hanya ada rekaman musik, melainkan juga memiliki sub-master pidato Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Langkah yang dilakukan Glenn Fredly untuk menyelamatkan Studio Lokananta terbilang cukup unik. Dirinya beserta Bakuucakar, band pengiringnya melakukan rekaman di tempat itu. Kemudian hasil rekaman tersebut dia rilis dalam bentuk digital dan juga DVD serta lewat akun pribadi miliknya. Dilansir dari CNN, Glenn Fredly mengajak temannya Intan Anggita Pratiwi untuk melihat apa yang sedang dia kerjakan. Bersama Wendi, Sarah, Ajeng, Alain dan teman-temannya di Solo, Intan membuat gerakan bernama Sahabat Lokananta.

Di tahun 2012 ini juga, Glenn bersama KontraS mencetuskan sebuah gerakan kepedulian terhadap Indonesia Timur. Kepedulian ini merupakan gerakan budaya yang mengakat persoalan nyata untuk membantu kondisi keterpurukan Indonesia Timur, namanya Voice from The East (VOTE).

VOTE (Voice From the East) yang digagasnya merupakan sebuah kampanye sosial dengan basis budaya untuk menyuarakan perdamaian, anti kekerasan, kesejahteraan, pelestarian lingkungan hidup dan demokratisasi untuk Indonesia Timur. Untuk mengampanyekan situasi Indonesia Timur yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan lingkungan, selain Glenn Fredly, gerakan ini juga mengajak musisi lain untuk terlibat, diantaranya : Slank, God Bless, Indra Lesmana, Seringai, dan Panji Waciksana.

Pada tahun 2013, Glenn Fredly juga turut menunjukkan solidaritasnya kepada gerakan masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa, dalam sebuah konser yang digelar di Hard Rock Cafe Bali. Kemudian diapun kembali lagi di tahun 2017 dengan ikut dalam konser bertajuk United We Loud yang membawa misi penolakan reklamasi Bali.

Glenn Fredly juga pernah menginisiasi petisi #SAVEARU pada tahun 2014 untuk meminta rencana Kepulauan Aru dijadikan perkebunan Tebu dibatalkan. Glenn khawatir akan potensi kerusakan yang akan terjadi di kampung halamannya itu. Karena dari 643 hektar luas Kepulauan Aru, 500 hektar diantaranya direncanakan untuk diubah jadi perkebunan tebu. Glenn tidak tinggal diam, popularitasnya digunakan untuk menggalang dukungan publik melalui etisi itu dan berhasil. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengeluarkan pernyataan tidak akan menyetujui ratusan ribu hutan lindung diubah fungsinya.

Terakhir, pada 2019 Glenn tergabung dalam PT Ruang Riang Milenial bersama Hendroyono, Jacob Gatot Sura, Lance Mengong, Mario Sugianto, dan Wendi Putranto. Mereka berenam merevitalisasi lahan seluas 6.500 meter persegi di bekas perumahan karyawan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) di kawasan Blok M. Kini kawasan yang bernama M Bloc itu beralih fungsi menjadi ruang kreatif bagi musisi dan seniman.

Tercatat beberapa kali Emerging Showcase yang diadakan di M Bloc telah mengundang berbagai musisi berkualitas yang masih belum memiliki gaungnya, namun diberikan kesempatan untuk tampil di M Bloc dengan fasilitas kelas atas.

_____

Baca juga:  Menikmati Silent Showcase ala Mondo Gascaro