Meraba Wajah Industri Musik Semasa Pandemi

• Apr 25, 2020
Pandemi

Segera setelah pembatalan tadi, Choura segera mengerahkan 200 pekerjanya untuk membangun fasilitas tenda gawat darurat berukuran raksasa untuk mendukung drive-thru test Covid-19 massal di Los Angeles, California. “Tidak jauh berbeda dengan apa yang kami kerjakan di Coachella. Jika di Coachella kami mengestimasi berapa pengunjung, kali ini kami menghitung berapa kapasitas pasien yang bisa dilayani di fasilitas ini,” kata Choura.

Ryan Choura / foto: https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2020-03-30/coronavirus-event-companies-coachella-pivot-covid-19-testing

Choura akan membangun sampai 20 tenda gawat darurat berfasilitas lengkap di empat lokasi di Los Angeles. Amerika Serikat saat ini menjadi negara dengan tingkat penderita Covid-19 tertinggi di dunia dengan jumlah kasus mencapai 667 ribu orang dan 32 ribu diantaranya meninggal dunia hingga 17 April kemarin. California menempati urutan keenam kasus Covid-19 negara bagian di negara adidaya itu dengan jumlah kasus lebih dari 27 ribu dan korban meninggal mencapai 957 orang saat tulisan ini dibuat.

D’Addario, induk dari perusahaan pembuat membran drum Evans, menyulap drumhead Evans seri G2 sebagai pelindung muka untuk petugas medis. Pelindung muka bermerk Dynatomy ini sudah disetujui penggunaanya oleh U.S. Food and Drug Administration.

Ditargetkan hingga akhir bulan April ini akan ada 27 ribu pelindung muka yang akan disalurkan melalui otoritas negara bagian New York. Saat ini, New York menduduki peringkat pertama kasus Covid-19 di Amerika Serikat dengan jumlah kasus mencapai 223 kasus dan angka kematian hingga 14.832 jiwa. “Langkah ini  melambangkan semangat kami saat ini selama krisis COVID-19: #wewillplayon, ” kata CEO D’Addario, John D’Addario III sebgaimana dikutip dari laman resmi perusahaannya.

https://www.daddario.com/Drums snare faceshields / foto: globalassets/article-pages/face-shields/faceshield_catcarousel_1177x540.png

Boleh jadi ke depan kita akan melihat nama-nama seperti Java Festival Production, Java Musikindo, atau Ismaya memproduksi hazmat, masker, sarung tangan, atau disinfektan untuk mendukung tugas-tugas tenaga medis sebagai garda terdepan pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Juga memastikan panggung hiburan kembali semarak dan menghidupi para pekerjanya. Semoga.

____

Penulis
Fakhri Zakaria
Penulis lepas. Baru saja menulis dan merilis buku berjudul LOKANANTA, tentang kiprah label dan studio rekaman legendaris milik pemerintah Republik Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sehari-hari mengisi waktu luang dengan menjadi pegawai negeri sipil dan mengumpulkan serta menulis album-album musik pop Indonesia di blognya http://masjaki.com/

Eksplor konten lain Pophariini

SIVIA Merilis Lagu Hening dalam “Serene”

Memasuki pertengahan bulan keenam, SIVIA kembali hadir dengan single terbarunya, “Serene”. Ini merupakan single kedua menuju peluncuran mini album yang akan datang, setelah dibuka nomor pertama “Are You My Valentine?” pada Februari 2021 lalu. …

Perjalanan Panjang Basboi dalam Album Debutnya

Setelah melalui rangkaian single-single yang dilepas secara eceran di beberapa waktu ke belakang, akhirnya Basboi resmi menutup rangkaian tersebut dengan album debutnya, Adulting For Dummies. Resmi dilepas pada hari Jumat (18/06) ini, Basboi menyuguhkan …