Miten Dalam Kenangan

2932

27 April 2012
Morfem dapat tawaran main di acara Offair Radio 99ers di Planet Hollywood. Bersama Brutal (lagi). Artinya kita akan menikmati Netral MK I. Benar dugaan gue. Ternyata Brutal juga memboyong Miten sebagai bintang tamunya.

Netral
Miten (kanan) saat tampil bersama Brutal di Offair Radio 99ers di Planet Hollywood, 27 April 2012 / foto: Agung Hartamurti

Walaupun cuma memainkan 2 lagu Netral lawas. Penampilan Miten malam itu cukup membuat gue dan segelintir kawan terpuaskan dan berteriak-teriak ala mahasiswa semester 1 nonton band idolanya.

Netral
Miten bersama Bagus / dok. Agung Hartamurti

24 Juni 2012
Gue dapet callingan mendadak dari TV One untuk tampil sebagai bintang tamu Brutal. Widiiih, Brutal main lagi nih di Radioshow! Sikat. Siapa tau nanti bisa nyanyi bareng Netral MK I lagi ye gak, hehhe.

Ternyata setalah gue sampai di tempat latihan, Miten gak ikutan di proyek Radioshow ini. Miten gak bisa di hubungi beberapa hari ini, ujar tim manajemen mereka. Tandanya gue bener-bener main dengan Brutal. Walaupun memainkan lagu lawas milik Netral yang berjudul “Mampet”.

Malam itu di radioshow kita benar-benar bikin suasana Brucow (kalo kata Arie Dagienkz) aka Brutal Ngacow, hahaha.

22 Juli 2012
Gue mendapat khabar Miten telah tiada. Bbm dari Pandu (gitaris Morfem) cukup singkat:

Miten meninggal Jim

Dari Bimo gue dapet Bbm:

RIP Miten gitaris ex-Netral semoga arwahnya di terima di sisi Allah SWT

Miten
Miten, hitam putih / foto: ariehendrarta

Menurut penuturan Bimo, Miten menderita kanker paru-paru. Dan terakhir kali Bimo ketemu Miten adalah tanggal 27 April ketika main Planet Hollywood. Sama halnya dengan gue. ternyata hari itu adalah terakhir kalinya gue bersama anak-anak Morfem meneriaki Miten ketika masuk ke lead guitar edannya.

MIten bersama Thurston Moore
Miten dan gitaris Sonic Youth, Thurston Moore, Jakarta pop alternative festival 1996 / foto: ariehendrarta

Singkat sekali perkenalan gue dengan Miten. Gue jadi berpikir. Mungkin ketika Miten sulit di hubungi beberapa minggu lalu dia sedang berjuang melawan kankernya. Dan demo yang di perdengarkan ke gue bisa jadi karya terakhirnya. Selamat jalan idola. Terlalu naif memang kalo gue mengharapkan Brutal akan menjadi kembalinya Netral MK I.

Lalu gue nyanyikan…

“Lihat Gelora Ombak Pecahkan Air Buih-Buih
Tak Lelah Di Percik
Putih Putih yang Kilau tarik
Mata Jiwaku ini”

Selamat jalan Miten

😦

_____

Essay ini ditulis oleh Jimi Multhazam, kunjung blog-nya di https://jimijimz.wordpress.com/