Neno Fest Diserbu 11 Penampil Selama 3 Hari

• Jun 19, 2020
Neno Fest

Dahaga konser semakin memuncak di pertengahan tahun ini. Neno Fest yang diselenggarakan Indonesia Streaming Gigs (istrigs) hadir memberikan pilihan alternatif demi menghibur penikmat musik tanah air.

Festival streaming ini bakal dihelat pada 26, 27, dan 28 Juni 2020 pukul 19.00 – 21.00 WIB dari rumah masing-masing. Menamai diri sebagai ‘rumah program streaming untuk konser musik live’, Neno Fest sudah merilis susunan terakhir siapa saja band/musisi yang bisa disaksikan.

Di hari pertamanya, festival ini langsung menyuguhkan NOAH serta dua artis Sun Eater yaitu Agatha Pricilla dan Hindia.

Tak kalah menawan, hari kedua diisi penyanyi yang baru rilis album ultah-nya Nadin Amizah, Tulus, Sheryl Sheinafia, dan Weird Genius.

Hari terakhir seperti sudah diatur serba ‘cinta-cintaan’ lewat penampilan Geisha, Rossa, Kunto Aji, dan D’MASIV.

“Akhirnya rindu ini terobati. Gak sabar ni,” ungkap penggemar NOAH @raissa.richie di Instagram menyambut baik gelaran festival ini nanti.

Rossa dalam unggahan di Instagram @istrigs pun mengaku konser ini akan menjadi yang pertama selama masih pandemi corona.

“Jangan lupa untuk menyaksikan Rossa and Her Stage Squad. For the first time back on stage di Neno Fest. The Biggest Streaming Concert Series,” ungkapnya.

Neno Fest membandrol tiket harian Rp 30 ribu dan tiket untuk 3 hari seharga Rp 70 ribu. Pembelian tiket bisa dilakukan secara online melalui Loket.com  dan Gotix

___

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

PHI Tips: Memilih ‘Abang-abangan’ Skena Panutan

Sosok abang-abangan skena penting untuk kehidupan bermusikmu. PHI Tips kali ini membantu kalian memilih kriteria abang-abangan skena yang bisa jadi panutan. 

PHI Eksklusif Mempersembahkan: TADI IKS Live Session

TADI adalah duo musik ambisius dari Indonesia yang membuat musik mereka dengan bereksperimen dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari personilnya. Paparan yang beragam terhadap seni dan budaya memicu pikiran kreatif mereka, mulai dari perancang busana seperti Fujiwara Hiroshi hingga band jazz eksperimental seperti Hiatus Kaiyote.