Padi Reborn Tularkan Energi Positif Melalui “Memberi Makna Indonesia”

Sep 13, 2021

Hari Jumat (10/09) lalu, Padi Reborn kembali melepas materi teranyarnya. Bertajuk “Memberi Makna Indonesia”, ini menjadi satu lagi materi dari Padi Reborn yang bertemakan sosial di tengah masa pandemi.

Sebagai kilas balik, di tahun 2020 lalu Padi Reborn sempat melepas sebuah single pendek berjudul “Ingat Pesan Ibu” yang berkolaborasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Hadirnya single tersebut menjadi sebuah cara bagi mereka untuk turut serta mengurangi penyebaran Covid-19 melalui cara tersendiri.

 

Kali ini dalam “Memberi Makna Indonesia”, sang kwintet ingin berbagi energi positif serta motivasi bagi para pendengarnya untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Juga turut hadir sebuah pesan dari mereka untuk tetap bergandengan tangan dan tetap mengedepankan nilai-nilai dari budaya gotong-royong.

“Kami merasa bahwa ini saatnya berbagi semangat dan motivasi kepada masyarakat luas khususnya anak-anak muda. Di situasi seperti ini kita harus melihat ke depan dan tidak perlu berkeluh kesah, tetapi justru harus membangun optimisme. Di samping itu juga penting untuk tetap memberi makna kepada bangsa kita Indonesia di kondisi apapun. Terus berkarya, bergandeng tangan dan melangkah bersama. Jangan sampai terpecah belah. Itu inti dari pesan dalam lirik lagu ini”, sambut Piyu, dikutip dari rilisan persnya.

Bukan hal asing bagi Padi Reborn untuk menggarap sebuah lagu yang berangkat dari isu-isu sosial. Selain dengan dua single selama masa pandemi ini, beberapa tahun ke belakang mereka juga sempat menghadirkan single dengan latar belakang tragedi Mei 1998 serta bencana Tsunami di Aceh.

 

Ada sebuah kejutan di penghujung lagu, bagaimana Padi Reborn menghadirkan sebuah choir yang diisi oleh vokal dari orang dewasa dan anak-anak. Pengisi choir dewasa adalah pengisi yang sama dari single “Mahadewi” yang rilis di tahun 1999 lalu. Sementara dari choir anak-anak, diisi oleh putri dari Fadly, Andi Fathimah Siti Batari dan putra dari Yoyo, Rizky Langit Ramadhan.

“Adanya suara anak-anak di part terakhir lagu karena anak-anak adalah masa depan dan harapan bangsa ini. Suara mereka mewakili ketulusan dan kemurnian yang kemudian bisa berpadu indah dengan suara kor dewasa. Ini semacam kolaborasi tentang bagaimana antar generasi itu bisa saling bergandeng tangan membangun dan memberi makna untuk Indonesia”, tutup Yoyo.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Selesai Vakum, Audrey Tapiheru Bocorkan Tanggal Rilis EP Debutnya

Audrey Tapiheru merasa bahwa EP debut ini adalah sebuah ‘hutang’ kepada para pendengarnya yang telah setia menunggunya selama vakum.