Penuh Canda, Serenada Intimate Showcase Sukses Terlaksana!

Nov 30, 2021

Sudah waktunya. Setelah sekian lama menantikan momentum untuk mengadakan pertunjukan berpenonton, beberapa musisi akhirnya membuka puasa berkepanjangan mereka tersebut. Mengambil tempat di Paviliun 9, Bintaro, Tangerang Selatan, sebuah pertunjukan musik bertajuk ‘Serenada’, digelar.

Berwujud pagelaran intim, kreasi dari label rekaman Orca Music ini sejatinya menjadi proyek uji coba dari rangkaian kegiatan pertunjukan yang nantinya akan digodok oleh label ini.

Dibanderol dengan harga tiket Rp. 300.000,00, penonton cukup padat mengisi tempat yang tersedia di lokasi malam itu. Menghindari kerumunan, mereka yang datang sementara ini harus puas untuk duduk di bangku masing-masing dan menikmati musik dari sana. Tetap seru, tetap mampu menikmati, dan meluapkan emosi walaupun tak perlu berdiri.

Menampilkan Indra 7, Patsy Can Witch, Bilal Indrajaya, Romantic Echoes, dan Oslo Ibrahim, lima jam lebih jalannya acara menjadi tidak terasa. Dengan format band penuh, baik Bilal Indrajaya, Romantic Echoes, dan Oslo Ibrahim, mencuri perhatian dengan karakter mereka masing-masing.

 

Bilal misalnya, diselingi dengan gurauan dan beberapa senandung atas karya-karya yang menginspirasinya, trek orisinil dari karyanya terdahulu macam “Purnama”, “Ruang Kecil”, hingga “Niscaya“, sukses mengundang sambutan meriah dari penonton. Tepuk tangan dan seruan untuk menambah durasi tampil jadi hal yang lazim saat Bilal mengumumkan bahwa pertunjukannya akan menemui akhir lewat lagu terakhirnya.

Romantic Echoes dengan tampilan jas merahnya. / Dok: Rakasyah Reza.

Setelahnya, dibalut dengan setelan merah merona, Romantic Echoes membuka pertunjukannya dengan menebar beberapa kuntum mawar merah ke arah penonton. Dibarengi dengan musik yang berjalan menyambut kedatangannya, Romantic Echoes meluapkan emosinya dengan sangat lepas dan sentimental.

Di trek “Yang Tercinta”, Bilal Indrajaya dan Morad diundang naik ke atas panggung untuk turut menemaninya. Morad berperan sebagai pengisi lirik bagian Noh Salleh di sini. Membuka setelan jasnya untuk membawakan lagu terakhir, Romantic Echoes menutup pertunjukannya dengan ciamik.

Romantic Echoes, Bilal Indrajaya dan Morad. / Dok: Romantic Echoes.

Tampil terakhir, Oslo Ibrahim masuk dengan penuh kejutan. Diiringi theme song gulat yang biasa dipakai oleh John Cena, prosesi masuknya Oslo ke atas panggung mengundang tawa penonton Serenada yang berkelindan. Mempertontonkan kemampuannya mencabik gitar di beberapa bagian mengundang tepuk tangan penyimak di beberapa lagu.

Dihadiri Rendy Pandugo, Oslo Ibrahim mengajak naik rekan kolaborasinya di lagu “Blanket of Sadness” ini. Tak lupa, penampil sebelumnya, Romantic Echoes, juga ia daulat sebagai rekan tarik suara di lagu “You Made Me Smile”, dihadiri oleh beberapa kerabat dekat, Oslo langsung menghampiri para sahabat setelah menuntaskan bagiannya dengan penuh persona.

Oslo Ibrahim. / Dok: Rakasyah Reza.

Ditutup dengan sesi foto bersama dan obrolan ringan selepas pertunjukan di lingkungan Paviliun 9, ‘Serenada’ jadi satu lagi pertunjukan yang menandai kebangkitan pertunjukan musik Indonesia.


 

Penulis
Hillfrom Timotius
Lulus SMA saat pandemi Covid-19 dan mengikuti Ospek di depan layar laptop. Pembaca dan penulis. Mendirikan School For Cool. Fans berat serial How I Met Your Mother, Bakmie Cong Sim, dan Nuran Wibisono. Oh ya, kalau nama saya terlalu sulit, kamu bisa memanggil saya Ipom. Salam kenal.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Rekomendasi: Dinamika – Bangkutaman

Menariknya di album Dinamika ini dengan masih mengusung musik retro folk rock, Acum dkk. terlihat tidak kehabisan bahan bakar dan justru terdengar fresh.

Jambi: Di Bawah Radar Musik Arus Utama, dan Independen

Sepertinya bukan rahasia umum bahwa Jambi tidak pernah masuk di radar skena musik, terlebih musik independen.