Perjalanan Band Metal Indonesia Di Panggung Wacken Open Air

Jul 6, 2019

Di zaman masih bocah usia belasan tahun, saya pernah menonton video kompilasi Live in Wacken 1998. Saya sudah lama lupa meminjam dari mana/siapa kaset video berformat VHS itu. Tapi yang saya ingat di situ ada penampilan Lacuna Coil, Anvil, sampai Gorgoroth. Sisanya band-band rock/metal berwajah bule yang hanya saya kenal sebagian namanya dari kaset dan majalah musik impor.

Setelah menonton video itu, ada pemahaman baru di benak saya: Ternyata ada ya festival musik besar yang semua penampilnya adalah band-band rock/metal kelas dunia. Lantas baru tahu kalau band ekstrim itu juga bisa tampil di panggung besar nan megah yang ditonton oleh puluhan (atau ratusan?!) ribu orang. Saya pikir itu hanya bisa terjadi di Woodstock atau Lollapalooza dengan line up sekaliber Rolling Stones atau U2 saja.

Selanjutnya saya lebih sering tahu Wacken Open Air (W:O:A) sebagai salah satu festival musik cadas yang paling populer di dunia. Bagaimana tidak, poster W:O:A dengan deretan line up band-band favorit menawan hati sering saya lihat di beberapa majalah musik seperti Kerrang, Terrorizer, atau Metal Hammer. Poster yang sama juga kerap muncul pada halaman katalog rekaman yang biasa kawan saya dapatkan dari Nuclear Blast atau EMP.

Dari situ saya paham kalau W:O:A itu memang hajatan tahunan yang sarat distorsi dengan kultur metal yang kuat. Ini bak “lebaran”-nya para penggemar musik keras. Setiap tahunnya, ratusan ribu metalhead hadir ke festival yang berlokasi di sebuah desa kecil bernama Wacken di Schlesweig-Holstein, Jerman. W:O:A pertama kali digelar pada tahun 1990, dan selalu dihelat setiap awal bulan Agustus. Informasi ini pun baru saya tahu dari internet, di awal era 2000-an.

Saya lalu curiga kalau bermain di W:O:A itu menjadi mimpi basah setiap band rock/metal di planet ini. Apalagi saya sering mendapati banyak album rekaman live dari panggung W:O:A. Sepertinya semua band yang tampil di sana selalu terobsesi untuk merekam aksi panggungnya, dalam format audio maupun video, kemudian dirilis dalam bentuk CD/DVD kepada publik. Ada semacam “pencapaian” spesial bagi band yang pernah merilis karya dengan tajuk “Live at Wacken”. Layaknya punya stempel “naik haji” ke tanah suci.

Seiring waktu berjalan, saya makin yakin kalau W:O:A itu memang panggungnya band-band rock/metal besar kelas dunia – yang kebanyakan tentu datang dari AS dan Eropa. Semua band favorit para metalhead mulai dari Judas Priest, Iron Maiden, Metallica, Megadeth, sampai Slayer sudah pernah tampil di sana.

Dulu, membayangkan ada band Indonesia yang manggung di sana saja saya tidak berani. Ah, mustahil. Selain terlalu jauh, mana mungkin W:O:A tahu dan sadar kalau ada banyak band cadas di sebuah negara asing yang kurang terkenal di pelosok Asia Tenggara. Uhm, itu tidak mungkin terjadi. Udah deh, gak usah ngimpi…

1
2
Penulis
Samack
Lahir dan besar di kota Malang. Memulai kegiatan menulis melalui fanzine dan newsletter. Pernah menerbitkan Mindblast zine dan situs Apokalip.com. Tulisannya pernah dimuat di Jakartabeat, Rolling Stone Indonesia, The Metal Rebel, DCDC, Supermusic, Vice Indonesia, Jurnal Ruang, Whiteboard Journal, Warning Magz, dan sejumlah media lainnya. Sesekali menulis dan menyunting naskah untuk penerbitan buku, sembari mengelola institusi Solidrock serta jaringan distribusi rekaman (at)demajors_mlg.

Eksplor konten lain Pophariini

Mezzaluna Mengawali Karier Bermusik dari “In Situ”

Anak sulung Bimbim ‘Slank’, Jaya Mezzaluna Bungari memulai perjalanan karier bermusik lewat single perdana “In Situ” di akhir September 2021.

6 Produser Musik Indonesia Pilihan Oslo Ibrahim

Sambil menanti lagu-lagu terbaru dari seorang Oslo Ibrahim, mari simak siapa saja produser-produser musik pilihannya berikut ini.