Persembahan EP dari Indische Party di Akhir Tahun

Dec 29, 2021

Setelah dalam beberapa waktu ke belakang kerap memberi kabar bahwa mereka akan merilis sebuah EP, kini Indische Party resmi mengakhiri kabar tersebut dengan The Highest Star yang rilis di hari Minggu (26/12) lalu.

Rencananya, The Highest Star akan menjadi sebuah ‘wajah baru’ dari Indische Party sebelum akhirnya merilis album ketiga di tahun 2022 mendatang.

Formasi personel pun kini makin ramai setelah kedatangan Warman Nasution yang mengisi posisi gitar, menemani Japs Shadiq (vokal, gitar), Kubil Idris (gitar), Jacobus Dimas (bas) dan Tika Pramesti (drum). Atas dasar itulah, Indische Party melakukan ragam eksplorasi bermusik di dalamnya, mulai dari penulisan lirik hingga musikalitas yang dituangkan.

Indische Party, 2021. / Dok: Pohan.

Studio Teras Belakang menjadi tempat di mana mereka melakukan proses rekaman, dibantu oleh Pandu Fuzztoni dan Gigih Suryoprayogo (The Adams). Untuk urusan mixing dan mastering, dibantu oleh Pandji Dharma di Palm House Studio.

Ada empat nomor yang hadir dalam EP ini, termasuk dua yang sudah lebih dulu dilepas, yakni “Duka Akhir Kemarau” di bulan Juli dan “The Highest Star” di awal bulan ini, dilengkapi dengan “Dalam Tamanku Bersemi Bunga” dan “The Only One”.

Untuk dua nomor yang disebut di awal, format video musiknya pun juga sudah ditayangkan oleh sang kwintet.

 

Bersama La Munai Records, EP The Highest Star dirilis dalam format kaset pita yang juga menjadi satu lagi katalog dari program Kaset Klab garapan sang label rekaman.

Kaset pita dari The Highest Star. / Dok: Indische Party.

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

25 Tahun Pandawa Lima: Puncak Abadi Para Dewa

Pandawa Lima, album studio keempat Dewa 19 ini bahkan mengalahkan album Bintang Lima yang jauh lebih mengkilap angka penjualannya

Pergumulan Tanayu di Materi Terbaru

Sebenarnya, Tanayu sudah mulai menggarap lagu ini sejak tahun 2019 lalu. Namun, lagi-lagi situasi pandemi menjadi penghalang untuk melanjutkan prosesnya.