325

Perubahan Barasuara Dalam Pikiran dan Perjalanan

Barasuara, 2019 / dok. Barasuara.

Gitaris dan vokalis Iga Massardi melihat Pikiran dan Perjalanan, judul album kedua Barasuara sebagai sebuah memoir tentang manusia.

“Ini adalah sebuah memoir tentang kompleksitas perasaan, ekspetasi, kebahagiaan, kekecewaan dan naik turunnya kondisi mental manusia,” ungkapnya dalam siaran persnya kepada redaksi PHI.

Terlepas dari itu, Pikiran dan Perjalanan di mata penulis lirik di album Barasuara ini juga bisa berarti sebuah penguat.

“Penguat untuk orang yang mendengarkan. Kumpulan lagu ini adalah gambaran bahwa pemikiran dan jalan hidup orang akan menjadi sebuah proses pembelajaran tanpa henti dan dengan atau tanpa prediksi. Betapa sebuah kompleksitas ini sebetulnya adalah sebuah alur yang terstruktur dan kita terombang-ambing di dalamnya sambil terus bertanya ini semua akan berakhir di mana,” ujar Iga.

Baca juga:  Luise 'Lu' Najib, Si Cantik yang Misterius

“Pikiran dan Perjalanan adalah kalut dan harapan yang dibungkus dalam bentuk musikal,” tambahnya kemudian.

Sampul album Pikiran dan Perjalanan / dok. Barasuara

Dua hari berlalu sejak Barasuara secara resmi merilis Pikiran dan Perjalanan kepada dunia lewat layanan musik streaming, banyak pujian yang dituaikan oleh para Penunggang Badai (sebutan untuk fans Barasuara) lewat linimasa di akun media sosial Barasuara. Tidak sedikit fans yang kritis bahkan membuat ulasan sendiri atas album ini.