1491

PHI Kaleidospop: Cuplikan Promosi Band Indonesia 2018

Twitter

Morgue Vanguard, yang namanya dikenal sejak berkibarnya unit hiphop Homicide, cukup “bermain” Twitter saja, sesekali menulis di blog, untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar sana. Tanpa mengelola beragam akun sosial media, sehari-hari ia berbicara via akun Twitter-nya tentang musik dan aktivisme, serta tentu memperkenalkan proyek-proyek rilisannya. “Demi Masa”, karya terbarunya bersama sejawat rapper Dyoz, langsung nyaring terdengar dan tersebar, dengan sumber informasi  utamanya satu ciut yang disebarkannya.     

 

Music Video Screening

Screening Video Musik “Ego”, Monkey To Millionaire. Foto: Ade Firmansyah

Video-video musik terus menggeliat dan menampilkan visual-visual yang menarik. Hingga terkadang, sebelum video tersebut ditayangkan di channel-channel sosial media, utamanya YouTube, diadakan terlebih dahulu acara “off air”-nya, di mana video ditayangkan langsung di ruang publik.

Baca juga:  Seringai Rilis Poster Tur Jepang Sekaligus Katalog Album Lama

The Upstairs dengan single “Semburat Silang Warna” dan Monkey to Millionare dengan single “Ego” pun (kedua video musik tersebut sama-sama dikerjakan oleh Toma & Kako) dibuatkan acara screening-nya di Kinesaurus, Jakarta.

Saya sendiri, pada April 2018 mengadakan pertunjukan sekaligus video exhibition bersama seniman Mushowir Bing di Gudang Sarinah, Jakarta untuk peluncuran video musik sekaligus penjualan poster artwork untuk single “Tak Baik Maruk”.

 

Tour

Metode promosi tradisional yang selalu relevan di berbagai zaman!

Tahun ini, band indiepop/rock Grrrl Gang mengadakan tur swadaya bagi promosi mini album mereka, Not Sad, Not Fulfilled; Mereka bermain 21 kali sejak 13 Oktober hingga 15 November di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Purwokerto, Solo, Megelang, Malang, Surabaya, Lombok, Canggu, Denpasar, Bangkok (dua pertunjukan), Singapura, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Bone, dan ditutup di”rumah” mereka: Yogyakarta.

Baca juga:  Habis Mabuk Laut Terbitlah Ratu Pantai Selatan

 

HWeekly Streaming & Painting Exhibition

E-flyer acara rilis album dan pameran Harlan Boer

Saya ditugaskan menulis tentang promosi oleh Editor saya, karena menurutnya saya melakukan promosi album yang tersendiri. Baiklah, saya bagikan juga di sini.

Untuk album terbaru saya, Bila Lapar Melukis,  saya bekerjasama dengan Fungjai, sebuah media music streaming dari Thailand, merilis lagu seminggu sekali selama 10 pekan. Setiap merilis single, saya melengkapinya dengan sebuah lukisan saya di atas kanvas ukuran 12cmx12cm sebagai artwork-nya. Setiap rilis singe pula, saya mengadakan showcase dan talkshow di 10 tempat yang berbeda.  Saya menjadi Fungjai Indonesia Exclusive Artist yang pertama.

Beberapa showcase single Harlan Boer di ragam tempat / dok. Fungjai dan Harlan Boer (instagram).

Pada penutupan acara, 18 Desember 2018, saya mengadakan peluncuran album tersebut dalam format CD, mengadakan pertunjukan sekaligus berpameran karya-karya lukisan saya tersebut dengan juga mengundang para seniman tamu untuk turut serta berpameran bersama. Karya-karya itu menjadi special edition rilisan CD saya.

Baca juga:  Sehidup Semusik - Kaleidoskop 2018

Akhirnya, promosi masih menjadi kegiatan yang seru untuk dijalani, lebih dari sekadar “kewajiban” musisi setelah merilis karya.

 

____