Reaksi Musisi, Juga K-Popers Terhadap Omnibus Law Cipta Kerja

236

Dikutip dari Detik.com: Senen lalu (5/10/2020) pemerintah baru saja mengesahkan Undang-undang Omnibus Law. Keputusan tersebut pun mengundang penolakan dari buruh hingga mahasiswa. Imbasnya hari ini, Kamis 8 Oktober 2020 terjadi demo rusuh di beberapa tempat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri mengungkapkan dalam pidato pada Sidang Paripurna MPR RI dalam angka Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Periode 2019-2024 bahwa akan menyederhanakan regulasi dengan menerbitkan 2 undang-undang besar yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM. Hanya saja, isi Omnibus Law yang terdiri dari 174 pasal ini dinilai merugikan oleh para buruh.

Menurut pantauan Pop Hari Ini, tak hanya para buruh dan mahasiswa, beberapa musisi pun turut bersuara seputar undang-undang cipta kerja yang dinilai kontroversial ini. Bahkan termasuk juga para penggemar K-Pop yang dikenal dengan K-popers yang turut meramaikan jagad medsos dan juga turun ke jalan. Ini beberapa dari mereka yang turut menggaungkan mosi tidak percaya, menolak Omnibus Law Cipta Kerja:

 

Seringai

Kuartet rock oktan tinggi ini dikenal dengan lirik-liriknya yang kritis tajam, meskipun lirik mereka juga bisa bersenang-senang. Dan ini sikap Seringai terhadap Omnibus Law Cipta Kerja melalui salah satu postingan Instagram-nya yang disebut mereka dengan “RUU Cilaka”

View this post on Instagram

Apa urgensinya meloloskan RUU CILAKA? Selain berdampak buruk bagi kelas pekerja dan lingkungan hidup, RUU yang seharusnya diteliti, dicermati dan dikritisi, akhirnya dibahas sangat tergesa-gesa dan disahkan secara diam-diam, nyaris tanpa perlawanan berarti karena memanfaatkan situasi pandemi. Sementara kurva pandemi semakin meninggi setiap harinya, belum dapat dikendalikan dan penanganannya karut-marut. Walhasil, korban semakin banyak dan rakyat kecil semakin menderita. Ibaratnya, sudah jatuh tercekik masih pula tertimpa tangga Omnibus Law. Penanganan pandemi yang tidak serius dari pemerintah akhirnya mengganggu hajat hidup banyak orang. Tak terkecuali kami dan kawan-kawan di industri kreatif/hiburan yang terdampak sangat telak. Alih-alih menangani pandemi, mereka justru memprioritaskan pelaksanaan pilkada dan mengesahkan Omnibus Law! Legislatif sebagai wakil rakyat hanya tahu nyanyian “setuju”, sementara eksekutif tunduk dan takluk pada agenda terselubung Sang Bos Besar. OMONG KOSONG! #OmongKosong

A post shared by SERINGAI (@seringai_official) on

 

2. Efek Rumah Kaca

Tentunya Cholil dkk. yang dikenal kritis juga turut bersuara lantang dan sikap mereka jelas:

 

Navicula

Kuartet rock alternatif asal pulau Dewata yang sering menyerukan isu-isu sosial, politik dan lingkungan juga turut bersuara menentang Omnibus Law yang menurut mereka undang-undangnya justru menghiantai rakyat.

View this post on Instagram

Kami tidak anti pada pembangunan. Justru kami mendukung pembangunan yang seimbang antara kesejahteraan seluruh rakyat, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan bagi masa depan. Terus kenapa konflik? Kami yakin konflik terjadi saat arah pembangunan ideal yang dicita-citakan oleh bangsa ini dikhianati dan berpotensi berubah menjadi kesejahteraan segelintir elit, penghancuran lingkungan, dan keserakahan sesaat yang mengorbankan warisan bagi anak cucu kita. #undangundangbermasalah #omnibuslaw #ruucilaka #rakyatvsoligarki #selamatkanindonesia #ibu #ibupertiwi #keadilansosialbagiseluruhrakyatindonesia Full video in Youtube: link pada profile Song : Ibu ( available in @spotify ) Video clip by: @pamungkas_denay @silurbarong.co

A post shared by NAVICULA (@naviculamusic) on

 

.Feast

Kuintet UI yang juga dikenal punya gimmick menarik dan peka dengan isu-isu pun menggunakan bahasa komunikasi yang “ngehek” untuk menyatakan sikapnya #mositidakpercaya menolak Omnibus Law

View this post on Instagram

Cerita seru hari ini.

A post shared by .Feast (Multi Semesta) (@ffeastt) on

 

Jason Ranti

Solois yang lirik-liriknya nakal ini menyampaikan dengan singkat padat dan jelas:

“Salam hormat buat semua yang turun ke jalan dengan hati 🕊”

 

K-Popers Indonesia alias Fans K-Pop

Foto: https://www.viva.co.id

 

Ini yang paling tidak biasa dari daftar ini. Tidak hanya turun ke jalan, namun mereka juga membuat topik ini menjadi trending topic di Twitter.

Dikutip dari Kompas.com, “Salah satu cuitan dari akun K-popers yang paling banyak dishare, dan juga disupport oleh akun aktivis lain adalah dari @ustadchen. Thread pendek tentang Omnibus Law yang dibuatnya mendapat banyak RT,” tulis Ismail Fahmi.

Kpopers juga mendapat dukungan dari warganet lain karena kepekaan mereka terhadap isu yang saat ini sedang menjadi perhatian banyak pihak. “Cuitan dari @iniardhike yang memberi support pada K-popers karena mau aware dengan isu Omnibus Law ini mendapat engagement tinggi,” tulis Ismail Fahmi.

“Banyak support kepada K-popers, salah satunya lagi dari @kamalbukankemal. Ucapan terimakasih kepada mereka, sekaligus mengajak yang lain untuk turut mengritik negara yang telah mengesahkan UU Ciptaker ini,” tulisnya melanjutkan.

 

____