141

Musik Jakarta (Issue 01)

Foto: https://binatangpress.com

Rekomendasi: Musik Jakarta (Issue 01)
Penulis: Felix Dass dan Jon Navid
Penerbit: Binatang Press

Awal 2020 ini mencatat kembalinya sebuah format klasik sebuah bacaan, yaitu buku  dalam bentuk cetak. Dan mereka menyebutnya dengan: buku jurnal. Karena buku edisi perdana ini berisi wawancara sejumlah pelaku industri kreatif Indonesia yang dipilih dan diwawancarai langsung oleh Felix Das serta didokuemtasikan oleh John Navid.

Ada 8 tokoh yang diangkat di dalam buku jurnal ini. Dari pendiri label musik/manajemen, pendiri/pemilik bar Mondo, kolektor piringan hitam/pendiri/pemilik toko PH, DJ, hingga rapper perempuan. Semua mendapatkan porsi wawancara santai yang mendalam.

Seperti yang tertulis dalam pengantarnya, Felix selaku penulis, dan John sebagai pendokumentasi bekerja sama dengan Binatang Press ingin coba merekam mereka yang hidup dari industri musik di Jakarta ke dalam jurnal buku setebal 76 halaman. Dan direncanakan akan terbit lagi, tapi entah kapan. “Kalau boleh jangan ditanya kapan edisi kedua dan seterusnya datang. Biarkan kami mencari ritmenya pelan-pelan” begitu tulis Felix dalam pengantarnya.

Baca juga:  Resensi: Yore - In the Days of Yore

Buku ini dicetak menggunakan mesin Risograph dan dicetak dalam 4 warna. Sehingga secara estetis tampilannya terbilang menarik dan  fresh. Terutama bila sebelumnya kita terbiasa memandangi layar terang ponsel/laptop kita. Belum lagi penggunaan material kertas tebal yang terasa hangat di tangan. Bila bicara visual, estetikanya juara.

Gambar: http://binatangpress.com

Sekilas tentang mesin cetak Risograph ini adalah mesin percetakan lama yang biasa untuk mencetak komik stensil dan tabloid. Sehingga menambahkan nuansa vintage pada tampilannya. Dan keunikan visual itu tentu tidak mengherankan jika melihat latar belakang Binatang Press yang selalu menerbitkan buku dengan layout dan kualitas produksi yang mumpuni. Silahkan klik di sini untuk melihat lebih banyak katalog mereka.

Baca juga:  Resensi Oslo Ibrahim – The Lone Lovers

Itu bila berbicara kelebihan. Namun sayangnya saya pribadi cukup terganggu dengan pemilihan tipe font, warna dan rapatnya spasi antar teks dalam artikelnya. Seharusnya bisa lebih diatur lagi agar nyaman untuk mata. Terutama bagi mata yang sudah terbiasa melihat layout teks/artikel di layar komputer.

Namun bila bicara estetika, sekali lagi hal tersebut seharusnya tidak masalah. Dan nilai estetika ini yang membuat buku jurnal ini dibandrol dengan harga Rp 155.000.

 

_____