304

Selamat Hari Buku Nasional! Ini Buku Musik Lokal Terbaru Di 2020

Terlepas dari rendahnya minat baca kita serta betapa sulitnya berbagai media musik lokal untuk bertahan hidup dalam medium terkininya, kabar baiknya adalah buku musik terbitan lokal yang dicetak seolah tidak pernah berhenti terbit. Baik itu mengambil tema subkultur musik spesifik, hingga yang populer, diterbitkan oleh penerbit besar ataupun penerbit indenden arus samping.

Minat baca mungkin rendah, tapi pertumbuhan industri buku terutama musik di kancah lokal adalah hal menggembirakan. Buktinya dalam kurtal kedua ini 2020 ini saja ada 8 judul buku baru yang terbit. Dua diantaranya masih dalam proses pre-order. Tentu hal ini adalah iklim yang baik, karena buku adalah bentuk pendokumentasian dan pengarsipan yang penting.

Silahkan dipilih, buku ini dijamin bisa menemani kita di kala pandemi ini.


Musik Jakarta – Felix Dass, John Navid (2020, Binatang Press)

Dicetak dengan mesin risograf yang hasilnya artsy, membuat buku jurnal 76 halaman ini menarik untuk dikoleksi. Menghadirkan wawancara mereka-mereka yang berjuang di Jakarta menghidupi dan hidup dari musik. Dari dj, manajer, musisi, kolektor musik, pemilik toko musik hingga rapper perempuan. Ditulis oleh Felix Dass, dan difoto oleh John Naivid, jurnal ini rencananya akan dijadwalkan terbit berkala. Diterbitkan oleh Binatang Press yang selalu membuat buku-buku dengan tampilan desain yang memang artsy. Silahkan hubungi penerbit Binatang Press untuk mendapatkan kopinya melalui laman ini

Baca juga:  Ibadah Rekti The SIGIT dan Eka The Brandals di Soundrenaline 2019

 

Dua Dekade Musik Indonesia 1998-2018 – Kelik M. Nugroho (2020, Gramedia)

Buku terbitan Gramedia ini menghadirkan rangkuman informasi tentang musik Indonesia dalam satu dekade terhitung dari tahun 1998-2018. Terbagi ke dalam beberapa bab: peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam musik di Indonesia sepanjang rentang tahun tersebut, daftar 10 besar band Indonesia rentang waktu 45-97, rentang 1998-2018, daftar 100 band dan daftar 100 penyanyi Indonesia rentang waktu yang sama tersebut. Hadir dengan ukuran besar 21 cm x 29,7 cm (A4) setebal 350 halaman dengan kertas yang baik dan diselipkan beberapa foto berwarna, membuat buku ini menjadi layak dikoleksi. Dibandrol 200 ribu, buku ini bisa didapatkan langsung di toko Gramedia, atau via pemesanan langsung via situs resmi Gramedia.co.id

Baca juga:  16 Pertanyaan : Marion Jola

 

Wonderland Memoar Dari Selatan Yogyakarta – Aris Setyawan (2020, Elevation Books)

Diterbitkan oleh Elevation Books yang juga memilik label rekaman bernama sama, Elevation Records. Buku setebal 106 halaman ini merupakan memoar proses kreatif pembuatan album milik band asal Jogja, Auretté and The Polska Seeking Carnival (AATPSC). Ditulis sendiri oleh drummer/penulis liriknya yang merupakan penulis musik yang telah meneribitkan kumpulan tulisan Pias (2017). Buku ini dibandrol seharga 45.000 dan bisa dipesan melalui situs Elevation Group

 

(Pre-Order) Kata Dochi: Sebuah Memori – Dochi Sadega (2020, Bukune)

Buku terbitan Bukune ini ditulis sendiri oleh bassist Pee Wee Gaskins, Dochi Sadega. Berisi hal random yang bersifat seperti fragmen. Dikutip dari laman Instagram Dochi:

Baca juga:  16 Pertanyaan: Tika Pramesti (Indische Party)

“Buku ini isinya macem-macem, dari pikiran random yang pernah gue tulis di blog sampe cerita gue masa kecil termasuk jaman sekolah, cerita tongkrongan, beberapa tips, trivia. Jadi apakah buku ini biografi? Bisa dibilang bukan, bisa dibilang iya, karena isinya fragmen,” ungkapnya.

Buku yang masih dalam tahap pre-order ini sudah bisa dipesan. Meskipun belum pasti kapan diriisnya sehubungan dengan pandemi ini namun pastikan tidak tertinggal dengan pemesannya via akun IG Dochi di sini, atau via laman Bukune langsung di sini