Rekomendasi: Oslo Ibrahim – I Only Dance When I’m Sad

354

“Why don’t you say to me? What am I to you? Can I still with you? Countless strange conversation / We want nothing but sleep / Yet we won’t hung up the phone.”

Akhirnya kepercayaan diri muncul ke permukaan. “It’s Just A Hug” membiarkan semua terlihat canggung namun pelik. Kalau hati dibiarkan hancur lagi, melayang permohonan tetap bersama. Besarnya harapan sejalan dengan ‘biar punya sisa mencintai 3 tahun lagi, soal hati siapa yang tahu?’. Seperti diajarkan merenungkan keadaan. Apakah penting memaksa seseorang mengatakan sesuatu dengan memahami lirik ini? 

“It’s just a hug / but I feel complete // It’s kinda fun / but it ain’t a game / I still believe that you want me too // Why don’t you just say to me?”

Biar begitu, pelukan tetap menjadi cara yang paling menenangkan bagi orang baik maupun jahat. “Come To Me” membawa suasana hati (tidak selalu) lebih berguna. Kata-katanya bisa mendadak sendu dalam sepekan. Tak lagi menyiksa alih-alih diperlambat. Apa kegiatan yang dilakukan saat berduaan kalau bukan pelukan?

“Come to me and hug my body / It’s only you and me / I don’t care if it’s night or day / I want to feel you inside me / It just feels so good when your skin meets mine / I know you like it, don’t you? Baby you won’t go anywhere. Just let me take control of you.”

Selesai asyik-asyik mengikuti tiap bagian gitar di lagu-lagu sebelumnya. Album yang jauh dari basa-basi ini diakhiri “Yes I Miss You”. Boleh disebut surat terakhir. Mengingat hubungan percintaan di dunia ini serba sementara. Kalau tidak putus, ya bercerai, atau bayang-bayang kematian takdir perpisahan yang menakutkan.

“I want you back, yes I miss you / I miss the way how you miss me too / The way you lay your head on my shoulders / I want you back, yes I miss you / Though it hurts me / Though it hurts you / Why don’t we just give it a try?”

Suatu hari di panggung nyata, Oslo tak butuh waktu lebih dari sejam untuk memainkan keseluruhan materi album ini. Tapi celoteh asalnya paling dinanti. Dalam tiap kesempatan merekomendasi, saya tak sepenuhnya menyelami. Ada dua pilihan alasan tiap mendengarkan lagu, baru putus cinta atau kamu masih memerlukannya, dan album ini merangkum keduanya.

 

Baca juga:  Resensi : Anov Blues One - s/t

____

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments