298

Resensi: Pijar – Antologi Rasa

Diskografi Pijar. Gambar: Twitter.com/pijarmusic

Pembuktian itu adalah lagu terbaru “Perspektif Ketiga” dan “Antologi Rasa” yang minim suara gitar dan lebih banyak mengandalkan suara drum elektrik, kibor dan synthesizer yang bernuansa new wave 80an dengan reverb yang mengawang-awang dengan efek modulasi yang dreamy dan basah. Juga pada lagu “Embun” yang dibuat  dengan Stevesmith yang sekaligus turut ambil bagian memainkan lagu dalam rekaman di studio.

Dari sisi lirik Pijar juga kembali ke tema cinta dan meninggalkan tema sosial seperti dalam album Ekstase. Meskipun sebetulnya kepiawaian sang vokalis mengolah area ini sudah tercium sejak lama dalam singel berbalut post-punk “Cinta Remaja” (2013) yang seru untuk berdansa. Dan lirik puitis ini juga muncul pada lagu balada paling favorit saya, “Burgundy” dari mini album mereka Pijar (2018). Pijar berhasil mengangkat tema cinta yang indah dan sederhana tapi tidak terdengar berlebihan. Dan semua itu kembali muncul dalam album Antologi Rasa ini. Silahkan simak lirinya dalam lagu pertama di album mini mereka:

Baca juga:  Resensi Oslo Ibrahim – The Lone Lovers

“Biarkan sekejap sayapku memelukmu / Biarkan sejenak menghiasi kelabuku di setiap malam / Hingga ku terjatuh di setiap malam / Hingga ku terjatuh” (Persepektif Ketiga)

“Kali ini malam / Tak mengerti lelahnya aku / Kali ini terang / Hanya di satu sudut mimpiku” (Embun)

Dan mereka juga bisa menulis lirik sesantai ini:

“Jangan berfikir terlalu dalam / Sejenak lupakan waktu / Jangan berfikir terlalu keras /
Coba untuk bersenang”  (Akhir Pekan).

5 tahun adalah waktu yang singkat buat sebuah band untuk bisa berkembang pesat. Namun Pijar berhasil menjadi trio yang sangat produktif. Dalam 4 tahun total 5 album mini, 1 album penuh sudah dirilis dan serta belasan video hadir di akun Youtube resmi mereka. Hingga kini total ada 8 video musik, dan 5 video lirik. Semua dikerjakan sang vokalis Alfredo sebagai sutradara. Bila itu tidak cukup semua artwork baik itu foto, lukisan hingga digital art juga dikerjakan olehnya.

Baca juga:  Resensi: Pusakata - Dua Buku

Hijrah dari Medan ke ibukota, sempat dikecam akan diusir, tidak dibiayai hidupnya, tidak dianggap anak lagi adalah reaksi pertama para orang tua mereka yang kaget mendengar pilihan hidup anak-anaknya. Semua itu adalah cerita menarik dalam kisah sebuah band rock yang ingin sukses. Terlebih ketika pada akhirnya album Antologi Rasa ini benar-benar membayar perjuangan mereka selama ini. Dan bila paska film Antologi Rasa Pijar masih luput dari sorotan dari perhatian para insan perfilman dan blogger serta tertutupi oleh bayang-bayang band besar senior mereka, namun secara diam-diam Pijar sudah menjadi pemenang.

 

____