Rifan Kalbuadi Berbagi Perasaan Kehilangan

60
Rifan Kalbuadi
Rifan Kalbuadi menulis duka menjadi karya yang menarik / dok. Amity Asia.

Lagu dan musik yang bagus hadir dari sebuah perasaan yang jujur. Berbagai macam pengalaman menyertai musisi dalam menulis karya. Banyak yang memilih pengalaman baik, namun tak sedikit pengalaman buruk yang menjadi inspirasi. Rifan Kalbuadi menjadi satu dari musisi yang menulis pengalaman buruk tentang meninggalnya orang yang dicintai menjadi sebuah lagu yang keren.

Semuanya bermula saat neneknya meninggal dunia pada 2018. Bagi Rifan, hal itu bermakna berdampak padanya karena hubungan mereka yang sangat dekat. Selain itu, kakeknya juga menghembuskan nafas terakhir pada pertengahan 2019 setelah kesehatannya merosot karena kematian istri tercinta.

Babak emosional inilah yang akhirnya menjadi bahan bakar penyanyi yang telah menggubah “Pilihan Terindah” (2016) EP Statis (2017) serta “Temporary Hours” (2020) untuk menulis single terbarunya, “5207”. Mirip dengan blog pribadi atau buku harian, itu adalah lagu yang merangkumnya perasaan tentang pengalaman itu.

Lirik “5207” mengungkapkan lirik-lirik tegas menuju kematian. Di sini, Rifan (yang menurut kami) tengah berada dalam zona “Justin Vernon” ini menyamakan kematian dengan sebuah akhir dari tugas dan tanggung jawab seseorang di Bumi dan bersiap melanjutkan ke tugas berikutnya dalam hidup.

Bisa juga dikatakan bahwa “5207” adalah “sekuel” dari single sebelumnya “Temporary Hours ”, yang dirilis kembali Maret 2020. Menampilkan suasana yang sama dan suasana pendahulunya, “5207” terdengar sangat memilukan, minimalis, berbungkus reverb yang cantik pada saat bersamaan, hasil produksi bersama Ivan “Iponk” Gojaya, yang juga memimpin “Jam Sementara” dan terlibat dalam produksi debut album Rich Brian Amen.

“5207” sudah dirilis di semua layanan streaming musik digital utama pada Desember kemarin, silakan dengar di sini jika penasaran.

____

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments