Rekomendasi: Romantic Echoes – Gaung Romantis

Dec 13, 2021

Terkadang menyimak karya musisi tak sepenuhnya bisa memenuhi hasrat dan kemauan dari pendengarnya. Kita juga jangan lupa bahwa pada hakikatnya, musisi adalah mahluk yang misterius, karyanya kadang tak bisa ditebak. Itu mengapa sebuah album yang kompleks bisa dengan mudah dicerna, namun sebaliknya tidak sedikit rekaman-rekaman yang sederhana menjadi sangat mudah ditebak. Dalam kasus ini, Gaung Romantis dari Romantic Echoes, sama sekali tidak, atau belum, bisa ditebak pesan apa yang disampaikan.

Selepas Persembahan Dari Masa Lalu, album debut yang menjadi salah satu Album Terbaik Pophariini 2020 lalu, kita tentu menunggu, manuver-manuver cantik apa yang dikeluarkan oleh musisi asal Medan ini. “Menutup Mata Untuk Melihat Dunia”, single 2020 pertama yang dilepasnya setelah Persembahan, sempat menjadi petunjuk bahwa album kedua yang akan dilepasnya mungkin tidak akan jauh-jauh dari debutnya. Melodi yang romantis, lirik-lirik balada yang memang jadi ciri khasnya. Disusul “Amarah” yang keluar di tahun 2021. Apakah ‘Kereta Romantis’ masih akan berangkat dengan arah yang sama?

Namun semua buyar ketika “I’m Down” dirilis. Sebuah nomor soul berbahasa Inggris yang dinyanyikannya bersama Pamungkas. Satu juta lebih orang telah mendengar lagu ini tak lama setelah dirilis sampai kemudian muncul Gaung Romantis, sebuah mini album dimana lagu itu juga “Amarah” disematkan.

Nuansa-nuansa baru muncul di mini album berisi 6 lagu ini.  Dari “Celaka” yang masih mengimbuhkan balada namun dengan arsiran balada 80-an yang kentara. “Hymne” yang malah lebih modern, baik dari notasi dan aransemen. Lagu terakhir “Malam Itu Adalah Malam Dimana Saya Dibunuh Oleh Keindahan” pun, di balik aransemen – bak soundtrack sebuah film – yang baik, namun masih menyisakan tanda tanya. Mau bawa ke puncak manakah gaung romantis ini? Ke Himalaya kah? Ke Jayawijaya kah atau mungkin hanya jalan-jalan sepi di sekitaran Bintaro di waktu malam, di mana keindahan sehari-hari ada? Hmm entahlah.

Balik lagi, tak ada yang bisa diharapkan banyak dari sebuah mini album. Ini hanyalah secuil petunjuk yang kadang masih sulit untuk ditebak. Terlalu banyak hal yang bisa mengaburkan tujuan dan asumsi. Seperti ketika “Alright” single barunya bersama Pamungkas dirilis. Gocekan baru apalagi ini?

Sebaiknya yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu saja dengan sabar, apakah manuver-manuver cantik yang dilakukan Romantic Echoes sampai album penuh keduanya keluar. Di situlah kita bisa memetakan bagaimana bab dari Gaung Romantis ini selanjutnya.

____

 

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Dhira Bongs Untai Ragam Kisah di Album Ketiga

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung baru saja merilis album penuh ketiganya di hari Jumat (23/09) lalu. Simak kisahnya berikut ini.

5 Alasan Kenapa Last Child Enggak Bubar

Simak 5 alasan kenapa Last Child tidak memutuskan untuk bubar dan masih bertahan sampai hari ini. Selengkapnya di Pophariini.com.