10 Album Indonesia Terbaik 2020 Versi Pophariini

4267
Ilustrasi oleh Agung Abdul.

Akhirnya, sampai juga kita di penghujung tahun. Sebuah tahun – yang tentu saja tidak ada yang pernah menduga bahwa akan mengalami hidup di masa pandemi. Narasi-narasi positif yang sempat bertebaran di awal tahun pun seperti menguap tak berbekas.

Semua babak belur. Semua dipaksa menerima pukulan tanpa ada ancang-ancang untuk membalas – atau setidaknya bertahan. Namun tahun ini tak melulu awan gelap, masih terbit pelangi yang kehadirannya tak diduga-duga.

Dari industri musik Indonesia, walaupun sama-sama babak belur, namun masih ada harapan-harapan yang muncul. Mulai dari berbagai siasat yang mereka lakukan selama masa pandemi, berbagai garapan konsep dari deretan konser virtual, hingga dari rilisan-rilisan lokal –yang bagusnya bukan main.

Sepanjang tahun 2020 pula, Pophariini masih tetap konsisten untuk memberikan resensi dari album-album yang kami anggap menarik, juga dengan harapan agar makin banyak telinga yang menyimak album-album tersebut. Sebuah tradisi, yang selalu kami lakukan sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2019 lalu.

Namun, walaupun dengan pola konsisten seperti itu, kami masih mengalami kesulitan – terima kasih atas karya-karya yang berkualitas – saat harus memilih 10 nama untuk daftar ini.

Setelah melalui perdebatan sengit, berikut ini adalah 10 Album Indonesia Terbaik 2020 Versi Pophariini. Selamat menyimak.


  1. Nadin Amizah – Selamat Ulang Tahun.

Bagaimana bisa seorang penyanyi belia berbicara soal kegamangan dan ketakutan memasuki usia dewasa ketika musik dan bait liriknya justru menyatakan sebaliknya? Ini yang terjadi pada album perdana miliknya. Di balik kekhawatirannya menjelang usia ke-20, justru Nadin berhasil merilis album perdana yang sangat puitis dan kontemplatif, dibalut musik pop kelam namun indah dan menenangkan.

Album ini juga jadi pembuktian sosoknya sebagai penyanyi dan penulis lirik yang cemerlang. Selain piawai bermain kata-kata puitis yang tak tertebak, Nadin juga berhasil menghadirkan emosi sangat dalam, dalam nyanyiannya ditambah dengan vibra berat yang menggantung di tiap ujung bait yang ia nyanyikan.

Simak resensi lengkapnya di sini.

Baca juga:  6 Lagu Dangdut Klasik Pilihan Pop Hari Ini

 

2. BAPAK – Miasma Tahun Asu.

Kalau ada rasa penyesalan soal satu-dua album keren di tahun 2020 yang lewat di rotasi rekomendasi kami, Miasma Tahun Asu adalah salah satunya. Sebuah album yang lahir dari gagasan emosional generasi muda hari ini, dibungkus kanvas musik yang penuh dengan kekacauan dan tingkat kecerdasan eksperimentasi yang tinggi. Benar-benar asu!


 

3. Romantic Echoes – Persembahan Dari Masa Lalu.

Proyek solo dari sang vokalis Pijar, J.Alfredo ini langsung saja merebut perhatian kami, tidak lama setelah albumnya muncul. Persembahan Dari Masa Lalu, menjadi puncak penantian setelah dalam beberapa bulan sebelumnya, Romantic Echoes secara konsisten merilis ‘cicilan’ lagu-lagunya, hingga akhirnya ditutup di album ini.

Entah disengaja atau tidak, Persembahan Dari Masa Lalu menawarkan pengalaman yang sesuai dari judulnya, ‘masa lalu’. Sejak nomor pertama hingga terakhir, Romantic Echoes dengan lihai membalut kisah-kisahnya (yang banyaknya bertemakan seputar cinta, tentunya) dengan nuansa-nuansa lawas era 60-70an, yang dirinya padukan dengan beberapa sentuhan modern.

Simak resensi lengkapnya di sini.


 

4. Joe Million – Vandal.

Nama yang satu ini menjadi penyebab mengapa daftar album terbaik tahun ini terlambat rilis di Pophariini. Datang di tenggat terakhir di penghujung tahun, Vandal tanpa basa-basi langsung mengambil tempat di daftar ini, dan bahkan di hati kami.

Joe Million, dengan beringas dan lugas membungkus perjalanannya dalam sebelas nomor.


 

5. Hondo – The Hike to Kamadela.

Tidak banyak penyanyi – yang betul bernyanyi – mampu menulis lagunya sendiri, memproduseri dan memproduksi lagu-lagunya dengan sangat baik. Semua itu terjadi dalam album The Hike to Kamadela. Tapi, untuk yang terbiasa dengan instrumen lazim musik popular akan perlu kesabaran yang lebih dalam menyimak The Hike to Kamadela ini.

Untungnya, Hondo tidak terjebak menggunakan progresi kord nyeleneh dan memilih kord sederhana, tentunya dengan sesekali melebar sehingga terdengar berwarna dan menarik. Makanya, lagu-lagu di The Hike to Kamadela menjadi menarik. Angkat topi untuk peran Kamga sebagai produser lagu-lagu Hondo.

Baca juga:  5 Video Musik Indonesia Pilihan Edy Khemod 'Seringai'
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments