23

Ruby: Sebuah Penanda Dimulainya Gustav Saga Dari Atlesta

Atlesta aka Gustav, Ruby / dok. Atlesta

Atlesta akhirnya merilis materi teranyarnya setelah jeda cukup lama dari MV terakhirnya “Living the Rumour”. Materi teranyar dari solois yang satu ini merupakan sebuah singel yang berjudul “Ruby” yang rilis pada hari ini 4 Oktober 2019. Lagu ini menandai dimulainya Gustav Saga, sebuah fase baru Atlesta pasca album ketiganya, Gestures.

Fifan Christa, sosok tunggal di balik nama Atlesta ini menyatakan bahwa Gustav Saga adalah sebuah grand project yang dirancang me-rebranding Atlesta melalui alter-ego bernama Gustav. Gustav sendiri digambarkan sebagai sebuah sosok yang lebih dewasa dan “matang” dibandingkan citra nakal & badboy yang selama ini diidentikan dengan Atlesta.

Artwork Ruby

Sedikit bocoran, nantinya akan terdapat 7 lagu di album ini yang nantinya setiap 4 – 6 minggu sekali akan dirilis secara satu per satu. Selain itu nantinya Atlesta juga akan merilis sebuah commentary yang akan mendampingi singel – singel tersebut. 7 lagu yang dirilis secara satu persatu ini nantinya akan membentuk satu kesatuan cerita yang membentuk sosok dari Gustav, atau Fifan menyebutnya Saga.

Baca juga:  Mengeksplor Keindahan Lombok Lewat Video Klip Sundancer

Pada lagu “Ruby” ini sendiri Fifan bercerita tentang keberanian menjalin sebuah cinta yang lebih serius dan dewasa. Perayaan tentang hubungan yang lebih serius, less drama more love, dan memiliki masa depan. Di fase hidupnya yang sekarang, hubungan seperti itulah yang dia perlukan.

Keindahan hubungan tersebut ia ibaratkan seperti kilau merah batu ruby, seperti tertulis dalam satu penggalan liriknya, “heavenly like ruby.” “Seindah itu memang. Apalagi ketika kita sudah menemukan seseorang yang satu visi dalam menjalin kisah seperti yang aku sebutkan itu tadi,” lanjutnya.

Penulisan lirik “Ruby” ini menghadirkan seseorang di luar Atlesta sendiri. Kali ini Fifan mengajak Randy Levin Virgiawan, atau yang lebih akrab disapa KMPL untuk ikut membantu dalam penulisan lirik lagu ini. Hal ini sedikit di luar kebiasaan Fifan, karena ia biasanya menulis lirik dan musiknya secara mandiri.

Baca juga:  Kejutan The Upstairs di Sweet Seventeen

Di departemen visual, artwork dari “Ruby” dibuat oleh Doni Dimas. Sebelumnya, Doni telah dipercaya membuat artwork “Living the Rumour”.

Proses mixing dan mastering lagu ini dilakukan oleh Fifan sendiri dan memakan waktu lebih kurang 3 bulan untuk selesai. Sebelum benar-benar fiks, lagu ini memang mengalami beberapa revisi dalam hal aransemen. Layaknya single “Pesona”, lagu ini sudah beberapa kali dibawakan secara live dan mendapat tanggapan yang cukup positif dari para penonton Atlesta.

 

____