403

Selamat Datang 2019 : 5 Hal yang Marak di Tahun ini

Selamat datang 2019.

Selamat datang tahun 2019. Sadar atau tidak, industri musik tengah mengarah kepada titik kualitas yang menuju optimalnya. Pembahasan tentang industri musik tanah air telah hangat sejak Konferensi Musik Indonesia di Ambon pada tahun lalu. Undang-Undang Musik menunggu untuk digarap. Mari berharap agar Pilpres 2019 nanti menghasilkan pemimpin berkualitas yang peduli dengan industri musik tanah air.

Ada banyak hal yang akan marak di tahun 2019, semua tentunya mengarah kepada sesuatu yang baik. Dari naiknya genre tertentu, perkembangan musik yang merebak di banyak tempat, dan sebagainya.

Berikut ini 5 hal yang makin marak di musik Indonesia 2019

1. Hip hop 

putih-putih anarki: Noise di Rossi Musik / dok. Pohan

Munculnya Laze, Tuan tigabelas, Noise sampai Pangalo! di Medan, Joe Million, nampaknya 2019 hip hop mulai marak di skena musik tanah air. Mungkinkah 2019 adalah tahunnya hip hop?

Baca juga:  Laze Yang Menjelma Menjadi Kenek Bis dan Penjaga Minimarket

2. Invasi Luar Jakarta

Sundancer, duo garasi rock dari Lombok / dok. Sundancer

Munculnya banyak musisi keren dari luar Jakarta bahkan luar daerah seperti Sade Susanto (Semarang), Murphy Radio (Samarinda) dan Sundancer (Lombok) menunjukkan bahwa musik bagus tak lagi berasal dari Ibukota. Di tahun ini, mungkin akan makin banyak invasi musisi-musisi keren dari luar Jakarta.

3. Tur Musisi 

Searah jarum jam: Piyu dan Andra; Burgerkill; Sheila on 7; Grrrl Gang

Meskipun ada internet, Spotify dan sosial media, tur sejatinya memang menjadi rentetan tugas musisi yang tetap harus dilakukan setelah selesai merilis album, tugasnya adalah mensyiarkan karyanya ke semua orang. Sejak menjamurnya band dan musisi membuat turnya, sepertinya maraknya budaya tur akan menjadi hal yang seru di tahun 2019, cek saja di instagram band.

Baca juga:  Mendinginkan Suasana Pemilu Dengan Lagu Santai Indonesia

4. Podcast 

Pramedya (kanan) dari Argodiclub.

Munculnya Argodiclub, sebuah website yang mengedepankan podcast musik yang digagas Pramedya, eks wartawan Rolling Stone Indonesia menjadikan mainan baru buat para jurnalis musik untuk mencoba ‘mainan’ baru yang seru ini.

5. Festival keren

Makin maraknya We The Fest, Synchronize sampai DWP, pelan tapi pasti, festival-festival musik akan tumbuh menjadi festival dengan karakter yang keren, sekeren Laneway atau Big Day Out yang selalu bikin silau mata anak muda.