89

Selamat Hari Musik Nasional!

Lebih dari 100 tahun musik Indonesia telah berkumandang baik di tanah air hingga ke negeri seberang. Dan bukan pernyataan basa-basi, tapi beberapa tahun terakhir adalah tahun yang semakin menarik bagi musik Indonesia. Munculnya para solois independen, band-band pekerja keras, rapper dari ujung Indonesia, serta para DJ yang memproduksi musiknya sendiri, hingga para penulis lagu dan produser muda.

Tidak perlu alasan mendalam untuk meminta para editor, admin media sosial, hingga para penulis kontributor Pop Hari Ini untuk memilih 5 lagu ini yang favorit. Cukup karena tidak bisa tidak mendengarkan sampai akhir, atau impresi pertama masih terekam sampai saat ini. Bisa menikmati sebuah lagu—memang hanya karena suka tanpa ada bias apapun—rasanya adalah sebuah hak istimewa sebagai manusia. Selamat menikmati playlist spesial kami berikut ini.

Baca juga:  Album yang Mengubah Hidup: Sir Dandy (Teenage Death Star)

Selamat hari musik nasional!

Anto Arief
Oslo Ibrahim –  “Midnight Thought” (singles, 2018)
Vina Panduwinata – “Dunia Kudamba” (Dunia Anak Manusia EP, 2019)
Pangalo! – “Menghidupi Hidup Sepenuhnya” (Hurje! Maka Merapallah Zarathustra, 2018)
Diskoria – “Balada Insan Muda” (singel, 2019)
Pijar – “Antologi Rasa” (OST. Antologi Rasa 2019)

 

Wahyu Acum Nugroho
The Gang of Harry Roesli – “Borobudur” (Philosophy Gang, 1973)
Maliq & D’essentials – “Semesta” (Musik Pop, 2014)
The Adams – Pelantur (Agterplaas, 2019)
Anomalyst – Ikebana (Cipta Rasa Karsa , 2018)
Ray Magus – “Rhymes of Adorer” (V/A Fairytale of Megabiodiversity, 2016)

 

Nadia Araditya
The Trees and The Wild  – “Berlin” (Rasuk, 2009)
Pamungkas – “One Only” (Walk The Talk, 2018)
Chaseiro – “Dara” (Persembahan, 2001)
Sheila On 7 – “Mari Bercinta” (07 Des, 2002)
Dewa 19 – Aku Milikmu (Format Masa Depan, 1994)

Baca juga:  Panduan Memilih Gitar Listrik Agar Terlihat Keren

 

Harlan Boer
Al-Abror – Coca Cola
Rotor – Pluit Phobia (Behind the 8th Ball, 1992)
Pemandangan – Astronot Indonesia (EP: Ini Hariku, 2014)
Jockie S. & Dhenok Wahyudi – Dalam Kelembutan Pagi (V/A Lomba Cipta Lagu Remaja, 1977)
Rotor – “Pluit Phobia” (Behind the 8th Ball, 1992)
Semakbelukar – “Gita Cempala” (Drohaka, 2012)

 

Idhar Resmadi
Pure Saturday – “Simple” (S/T, 1996)
Puppen – “Sistem” (MK II , 1998)
Efek Rumah Kaca – “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa” (Kamar Gelap, 2008)
Rocket Rockers –  “Finishkan” (Soundtrack For Your Life , 2002)
Buckskin Bugle – “Satu Anthem” (Dengan Kerasnya!, 2003)

 

Baca juga:  Album yang Mengubah Hidup: Pusakata

Hasief Ardiasyah
Pure Saturday – “Buka” (Elora, 2005)
Efek Rumah Kaca – “Melankolia” (Kamar Gelap, 2007)
Maliq & D’Essentials -“Musim Bunga” (Senandung Senandika, 2017)
The Adams – “Timur” (Agterplass, 2019)
Sheila on 7 – “Dan..” (S/T, 1999)

 

____