Sun Eater Tutup Album Kompilasi Hemat Anggaran

Dec 27, 2021

Sounds Cute Might Delete Later, album kompilasi garapan label rekaman Sun Eater akhirnya resmi mengakhiri rangkaian perjalanannya. Sejak bergulir di bulan Agustus lalu, sudah ada empat edisi yang mereka hadirkan, merangkum beberapa rilisan dari nama-nama seperti Agatha Pricilla, Seda, Rayhan Noor, .Feast, Aldrian Risjad, Mantra Vutura, hingga Glaskaca.

Kini di penghujung tahun, edisi kelima Sun Eater hadirkan, juga sebagai sebuah penutup rangkaian. Tiga nama didapuk di dalamnya, yakni Tashoora, Lomba Sihir dan sebuah kolaborasi antara Marigold dengan Rubina.

Ada cerita terselip mengenai “Safi”, nomor tunggal yang dibawa oleh Tashoora. Sejatinya, nomor tersebut sudah digarap oleh trio Dania Joedo (gitar, vokal), Dita Permatas (akordeon, kibor, vokal) dan Gusti Arirang (bas, vokal) sejak tahun 2020 lalu, namun kondisi pandemi menjadi alasan mengapa akhirnya “Safi” dihadirkan di saat ini.

“’Safi’ merekam situasi kebebasasn berpendapat – khususnya di media sosial. Atas nama bebas, kerap kali upaya untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan jadi terpinggirkan, ruang untuk memahami situasi yang dialami kelompok rentan dan minoritas menjadi sangat kecil dan nyaris tidak ada. Padahal jika suatu hal tidak kita alami, bukan berarti hal tersebut tidak terjadi”, ujar Dania.

 

Sementara bagi Lomba Sihir sendiri, mereka melepas “Pesona”, juga sebuah nomor tunggal yang menjadi satu lagi diskografi mereka di sepanjang tahun 2021 ini. Sebagai kilas balik, sejauh ini mereka sudah merilis satu album penuh, Selamat Datang di Ujung Dunia dan EP Mungkin Takut Perubahan.

Bicara “Pesona”, nuansa yang ditawarkan Lomba Sihir kali ini adalah seputar city pop 80-an dan warna-warna yang mengiringinya. Lagi-lagi, masih Jakarta dan dinamikanya yang menjadi tema utama. Satu bulan adalah waktu yang dibutuhkan bagi keenam personel untuk menggarap nomor ini sejak awal hingga menemui format terbaiknya saat ini.

“Ceritanya sih tentang typical kehidupan malam di sebuah bar di Jakarta, di mana dua insan bertemu dan merasa telah bertemu dan saling mengenal di malam-malam lain sebelumnya”, sambut Lomba Sihir diwakili oleh Rayhan Noor.

 

Untuk nama terakhir, hadir sebuah kolaborasi antara duo asal Malang, Marigold dengan Rubina, seorang solois yang baru-baru ini juga terlibat proyek kolaborasi lainnya bersama Ananda Badudu dalam original soundtrack film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Kolaborasi antara Marigold dengan Rubina menghasilkan sebuah nomor bertajuk “Gemini”, nomor yang juga sudah digarap oleh Marigold sejak tahun 2018 lalu, namun mengalami perombakan yang juga kini melibatkan Rubina untuk turut ambil bagian di dalamnya.

“Pemilihannya agak random sih sebenarnya, tapi kayaknya sudah diatur takdir. Jadi waktu scroll Instagram, pas banget ada postingan Rubina dan gue langsung kayak ‘Wah, ini nih’. Gayung bersambut, kami bersyukur Rubina mau”, jelas Ivan Janitra, ½ dari Marigold.

 

Edisi kelima dari Sounds Cute Might Delete Later sudah bisa disimak di berbagai platform.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."

Eksplor konten lain Pophariini

5 Alasan MALIQ & D’Essentials Enggak Bubar

Menyambut perilisan album baru MALIQ & D’Essentials, Can Machines Fall In Love? tanggal 30 Mei 2024, kami menemui mereka di sela-sela waktu latihan hari Selasa (21/05) di studio Mad Haus.   View this post …

Pudar Lanjutkan Karier Bermusik dengan Merilis 3 Single Sekaligus

Setelah terinspirasi Weezer untuk single “Satuperdua” yang meluncur tahun lalu, kini Pudar langsung merilis 3 single sekaligus dengan memakai nama band sebagai judulnya. Di antara judul-judulnya seperti “Buatlah Kelam Terdiam”, “Dalam Pertanda”, dan “Ruang …